Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fasilitas Stasiun Manggarai Belum Standar, Perubahan Jalur KRL Bakal Ganggu Penumpang

Pola operasi perjalanan di wilayah Jabodetabek akibat penerapan switch over (SO) ke-5 akan menganggu pergerakan penglaju yang terbiasa menggunakan KRL sebagai moda transportasi sehari-hari.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 28 Mei 2022  |  19:40 WIB
Fasilitas Stasiun Manggarai Belum Standar, Perubahan Jalur KRL Bakal Ganggu Penumpang
KRL Commuter Line melintas di Batu Ceper, Kota Tangerang, Banten, Senin (3/1/2022). ANTARA FOTO - Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA - KRLmania menilai fasilitas lift dan eskalator di Stasiun Manggarai belum jadi bagian dari standar pelayanan minimum (SPM) yang disusun pada 2019. Sebab, hingga kini kedua fasilitas tersebut sering ditemukan tidak beroperasi.

Koordinator KRLmania Nurcahyo mengatakan perubahan jalur KRL atau pola operasi perjalanan di wilayah Jabodetabek akibat penerapan switch over (SO) ke-5 akan menganggu pergerakan penglaju yang terbiasa menggunakan KRL sebagai moda transportasi sehari-hari.

"Potensi terjadi bottlenecking sangat mungkin terjadi mengingat meskipun Stasiun Manggarai sudah dilengkapi dengan fasilitas lift dan eskalator," katanya, Sabtu (28/5/2022).

Bukan itu saja, menurutnya, dengan adanya perubahan ini, pengguna lintas Bogor akan berhenti di jalur layang di lantai 3 manggarai (peron 11,12, dan 13). Mereka tidak bisa langsung menuju Angke dan harus transit ke jalur lintas Bekasi di lantai 1, atau sebaliknya.

Di sisi lain, sambung Nurcahyo, letak platform cukup tinggi dan tangga yang ada cukup curam sehingga sangat berat untuk ditempuh manula, orang sakit, dan anak anak. Bilamana rusak, hal ini akan mengakibatkan menurunnya kapasitas transit Stasiun Manggarai dan berakibat adanya penumpukan penumpang.

"Berdasarkan aspirasi yang dikumpulkan baik secara offline maupun online di kanal-kanal informasi komunikasi KRLmania, mayoritas menyatakan bahwa dalam melaksanakan SO5 ini, PT Kereta Commuter Indonesia [KCI] perlu memperhatikan aspek kenyamanan dan keamanan dari penumpang/pengguna KRL selama proses transisi ini," imbuhnya.

Dia menambahkan, jadwal lintas Bogor dan Bekasi juga perlu disesuaikan agar transit dapat berjalan dengan lancar yang dibantu dengan feeder mengingat lintas Bogor memiliki okupansi terbanyak yaitu mencapai 60 persen dari jumlah pengguna KRL yang sebelumnya sudah terbagi dengan baik antara jalur Jakarta Kota dan jalur loop ke Jatinegara via Angke.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top