Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rute KRL dari Bekasi dan Bogor Berubah, Ini Alasannya

Rekayasa tersebut utamanya untuk menangani besarnya jumlah pelanggan KRL yang transit di Stasiun Manggarai.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 23 Mei 2022  |  19:06 WIB
KRL Commuter Line melintas di Batu Ceper, Kota Tangerang, Banten, Senin (3/1/2022). ANTARA FOTO - Fauzan
KRL Commuter Line melintas di Batu Ceper, Kota Tangerang, Banten, Senin (3/1/2022). ANTARA FOTO - Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA- Pelaksanaan switch over atau SO ke-5 di Stasiun Manggarai serta perubahan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) commuter line, dinilai menjadi salah satu cara untuk mengatasi kenaikan volume penumpang pengguna KRL.

Untuk diketahui, pelaksanaan SO 5 berdampak pada perubahan pola transit commuter line dari arah Bekasi dan Bogor. VP Corporate Secretary Anne Purba menyampaikan rekayasa tersebut utamanya untuk menangani besarnya jumlah pelanggan KRL yang transit di Stasiun Manggarai.

"Kita lihat dari jalur 1 harus ke jalur 6 itu menyeberangi rel. Justru saat ini transit hanya naik tangga atau eskalator dan lift, demikian juga turun," tutur Anne, Senin (23/5/2022).

Anne menyebut saat ini frekuensi perjalanan kereta sudah meningkat sejalan dengan peningkatan penumpang KRL. Saat ini, jumlah perjalanan commuter line yang dioperasikan mencapai 1.054 perjalanan per hari.

"Di Manggarai satu hari bisa [melayani] 1.500 perjalanan baik dari sisi angkutan barang, jarak jauh, dan KRL," terangnya.

Untuk itu, KAI Commuter akan mulai mengoperasikan pola baru mulai akhir pekan ini, Sabtu (28/5/2022). Di Stasiun Manggarai, jalur 6 dan 7 akan diberikan untuk pengguna jasa KRL dari arah Bekasi menuju Tanah Abang, Duri, dan Angke.

Kemudian, untuk jalur 10, 11, dan 12 yang berada di lantai 3 Stasiun Manggarai melayani arah ke arah Jakarta Kota.

Sementara itu, waktu antara atau headway line Bekasi/Cikarang nantinya akan dipersingkat menjadi 7-10 menit dari awalnya 15-30 menit.

Lalu, kecepatan lintas Bekasi/Cikarang menuju Jatinegara yang awalnya 70 km/jam akan dipercepat 90 km/jam.

"Artinya, dengan adanya headway diperkecil dan potensi-potensi seperti ini kapasitas bisa kami naikkan," kata Anne.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top