Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kadin Berharap BI Tahan Suku Bunga Acuan

Wakil Ketua Kadin Shinta W. Khamdani mengatakan yang terpenting saat ini adalah pemerintah melakukan intervensi-intervensi di pasar domestik yang diperlukan untuk mengontrol inflasi.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 23 Mei 2022  |  19:30 WIB
Shinta W. Kamdani.  - Bisnis/Nurul Hidayat
Shinta W. Kamdani. - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Kamar Dagang Indonesia (Kadin) berharap suku bunga acuan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia atau BI terus diturunkan atau setidaknya dipertahankan levelnya. Hal ini untuk menjaga kondusifitas mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.

Wakil Ketua Kadin Shinta W. Kamdani mengatakan di sisi lain pihaknya berharap konsolidasi sektor perbankan nasional agar tetap terjaga.

“Di sisi lain kami juga berharap ada konsolidasi dengan sektor perbankan nasional agar stabilitas suku bunga acuan ini bisa menjadi katalis untuk menurunkan suku bunga pinjaman riil kepada pelaku usaha. Dengan demikian kegiatan usaha sektor riil lebih terpacu untuk tumbuh meski kondisinya saat ini kurang favorable,” ujar Shinta kepada Bisnis, Senin (23/5/2022).

Shinta pun menjawab kekhawatiran sebagian pihak apabila suku bunga acuan tidak dinaikkan berdampak pada pelemahan rupiah. Menurut Shinta hal tersebut akan terjadi jika pemerintah tidak mengontrol inflasi.

“Saya rasa selama pemerintah bisa memastikan inflasi di dalam negeri terkontrol dan tidak naik terlalu cepat atau terlalu drastis, kita masih punya kesempatan untuk menahan kenaikan suku bunga,” tuturnya.

Karena itu, kata Shinta, yang terpenting saat ini adalah agar pemerintah melakukan intervensi-intervensi di pasar domestik yang diperlukan untuk mengontrol inflasi.

“Ini bisa intervensi fiskal seperti denga subsidi atau suntikan BLT atau dengan intervensi lain seperti memastikan kelancaran distribusi atau pengawasan terhadap balance supply-demand produk di pasar dalam negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menyampaikan bahwa Bank Indonesia (BI) perlu menaikkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada bulan ini.

Sebagaimana diketahui, BI akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Selasa (24/5/2022). “Saya memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan ini,” katanya kepada Bisnis, Senin (23/5/2022).

.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi kadin Suku Bunga suku bunga acuan
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top