Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jangan Salah Kaprah! Ini Perbedaan PPN dan PPnBM

Perbedaan keduanya antara PPN dan PPnBM tertera pada UU No. 42/2009 tentang Perubahan Ketiga UU No. 8/1983 tentang PPN Barang dan Jasa dan PPnBM.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 23 Mei 2022  |  15:21 WIB
Petugas melayani wajib pajak di KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Tiga, Jakarta, Rabu (5/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Petugas melayani wajib pajak di KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Tiga, Jakarta, Rabu (5/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Sebagian besar publik masih belum mengetahui perbedaan PPN dan PPnBM. Jika singkatan dijabarkan, PPN merupakan pajak pertambahan nilai, sedangkan PPnBM adalah pajak penjualan atas barang mewah.

Perbedaan keduanya tertera pada UU No. 42/2009 tentang Perubahan Ketiga UU No. 8/1983 tentang PPN Barang dan Jasa dan PPnBM.

Pada Pasal 4, PPN dikenakan atas delapan hal. Semuanya adalah penyerahan barang kena pajak di dalam daerah pabean yang dilakukan oleh pengusaha, impor barang kena pajak, penyerahan jasa kena pajak di dalam daerah pabean yang dilakukan oleh pengusaha, dan pemanfaatan barang kena pajak tidak berwujud dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean.

Lalu, pemanfaatan jasa kena pajak dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean, ekspor barang kena pajak berwujud oleh pengusaha kena pajak, ekspor barang kena pajak tidak berwujud oleh pengusaha kena pajak, dan ekspor jasa kena pajak oleh pengusaha kena pajak.

Dalam Pasal 4A, ada jenis barang yang tidak kena PPN. Pertama, barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. Kemudian, barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak.

Ketiga, makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya, meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau katering. Terakhir, uang, emas batangan, dan surat berharga.

Sementara itu, jasa yang tidak dikenai PPN adalah pelayanan kesehatan medis, pelayanan sosial, pengiriman surat dengan perangko, keuangan, asuransi, keagamaan, pendidikan, serta kesenian dan hiburan.

Kemudian, jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan, angkutan umum di darat dan di air, serta angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri, jasa tenaga kerja, dan jasa perhotelan.

Jasa lainnya adalah yang disediakan pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum, penyediaan tempat parkir, telepon umum dengan menggunakan uang logam, pengiriman uang dengan wesel pos, dan boga atau katering.

Selain itu dikenakan PPnBM. Mengacu pada pasal 5, pungutan tersebut dikenakan terhadap penyerahan barang kena pajak yang tergolong mewah yang dilakukan oleh pengusaha yang menghasilkan barang tersebut di dalam daerah pabean dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya dan impor barang kena pajak yang tergolong mewah.

Dalam penjelasannya, yang dimaksud dengan barang kena pajak yang tergolong mewah adalah barang yang bukan merupakan barang kebutuhan pokok, barang yang dikonsumsi oleh masyarakat tertentu, barang yang pada umumnya dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi, dan/atau barang yang dikonsumsi untuk menunjukkan status.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkeu PPnBM Tarif PPN
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top