Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada! Ini 7 Risiko yang Bayangi Lonjakan Inflasi Indonesia Tahun Ini

Ada tujuh risiko yang akan membayangi laju inflasi domestik pada tahun ini, berikut rinciannya.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 19 Mei 2022  |  13:42 WIB
Pedagang melayani pembeli di Pasar Karbela, Jakarta, Senin (9/5/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2022 sebesar 0,95 persen month on month (mom) atau secara tahunan sebesar 3,47 persen year on year (yoy) yang disebabkan kenaikan harga minyak goreng, daging ayam ras dan telur ayam ras. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Pedagang melayani pembeli di Pasar Karbela, Jakarta, Senin (9/5/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2022 sebesar 0,95 persen month on month (mom) atau secara tahunan sebesar 3,47 persen year on year (yoy) yang disebabkan kenaikan harga minyak goreng, daging ayam ras dan telur ayam ras. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Risiko lonjakan inflasi yang terjadi secara global dan menjadi ancaman bagi perekonomian domestik dinilai perlu menjadi perhatian utama pemerintah.

Pada April 2022, tingkat inflasi Indonesia meningkat mencapai level 0,95 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) atau mencapai 3,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Inflasi inti tercatat sebesar 0,36 persen mtm atau 2,60 persen yoy, terutama disumbang oleh komoditas kue kering berminyak dan mobil seiring dengan peningkatan harga minyak goreng dan peningkatan mobilitas masyarakat.

Inflasi harga bergejolak atau volatile food mencatatkan inflasi sebesar 2,30 persen mtm, didorong oleh inflasi minyak goreng, daging dan telur ayam ras, serta ikan segar, sejalan dengan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) pada minyak goreng kemasan.

Inflasi pada harga yang diatur pemerintah pun mencatatkan inflasi sebesar 1,83 persen mtm, didorong oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, dan bahan bakar rumah tangga.

Senior Economist DBS untuk Eurozone, India, dan Indonesia Radhika Rao memperkirakan inflasi pada Mei 2022 masih akan mengalami peningkatan, seiring dengan momentum Idulfitri dan mudik yang kembali diperbolehkan tahun ini.

“Harga BBM beroktan tinggi juga telah dinaikkan, bersamaan dengan kenaikan tarif pajak pertambahan nilai,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Kamis (19/5/2022).

Tekanan inflasi juga akan didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat dan peningkatan kepercayaan konsumen seiring dengan penurunan kasus Covid-19.

Menurutnya, ada tujuh risiko yang akan membayangi laju inflasi domestik pada tahun ini. Pertama, yaitu kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai sebesar 1 persen sejak April.

“Diperkirakan [kenaikan tarif PPN] akan meningkatkan inflasi tahunan sebesar 0,5 persen,” jelasnya.

Kedua, penghapusan patokan harga tertinggi minyak goreng. Ketiga, kenaikan harga Pertamax beroktan tinggi menjadi Rp12.500/liter.

Keempat, harga varian bahan bakar Pertadex naik 23 persen pada Maret 2022 dari harga pada akhir 2021. Secara bersamaan, harga Elpiji 12 kg naik 15 persen selama periode tersebut.

Kelima, ada kemungkinan harga Pertalite RON 90, bensin, dan solar bersubsidi tinggi akan naik dalam beberapa minggu mendatang. Pasalnya, harga minyak mentah Indonesia naik 55 persen pada Maret 2022 dibandingkan dengan akhir 2021.

Keenam, perusahaan atau produsen akan menaikkan harga setelah Lebaran, dan ketujuh yaitu risiko indeks harga pangan global yang juga meningkat secara tajam, termasuk minyak goreng dan gandum harga pangan global juga meningkat secara tajam, termasuk minyak goreng dan gandum, dan kemungkinan akan menaikkan biaya impor.

Oleh karena itu, Radhika memperkirakan tingkat inflasi tahun ini akan mencapai 3,6 persen, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,0 persen.

“Arah inflasi tahun ini sebagian besar bergantung pada berapa lama kontrol harga dan subsidi bertahan,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM Pajak Inflasi harga pangan
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top