Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wabah PMK, Kementan Jamin Stok Ternak untuk Iduladha Tetap Aman

Kementerian Pertanian menjamin wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak mengganggu pasokan ternak untuk Iduladha tahun ini.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 13 Mei 2022  |  13:59 WIB
Petugas Kesehaan Hewan melakukan pemeriksaan kesehatan sapi kurban di Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (21/8). Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan yang akan dikurbankan pada Idul Adha nanti.  - Antara
Petugas Kesehaan Hewan melakukan pemeriksaan kesehatan sapi kurban di Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (21/8). Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan yang akan dikurbankan pada Idul Adha nanti. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak memengaruhi stok ternak untuk perayaan Iduladha tahun ini. Pasalnya, tingkat kematian ternak akibat PMK tergolong sangat kecil, yaitu sekitar 2 persen.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri mengatakan mengacu pada data nasional tahun lalu, populasi sapi potong mencapai 18 juta, kerbau 1,2 juta, kambing 19,2 juta, dan domba 17,9 juta ekor

“Sehingga secara populasi, stok ternak kita untuk kebutuhan pemotongan hewan kurban masih cukup aman,” tuturnya lewa siaran pers, Jumat (13/5/2022).

Melihat data ini, dirinya menilai stok untuk pasokan hewan kurban tahun ini pun seharusnya aman. Apalagi bila bercermin pada penyelenggaraan kurban 2021, total penyembelihan hewan kurban saat itu hanya sebanyak 1,7 juta ekor yang terdiri dari 609.500 ekor sapi, 14,2 ribu ekor kerbau, 281.300 ekor kambing, dan 750.600 ekor domba.

Selain ketersediaan stok ternak untuk penyelenggaraan kurban nanti, Kuntoro juga meminta masyarakat tenang dan tidak perlu khawatir tentang kemungkinan penularan PMK ke manusia.

“PMK bukan penyakit yang dapat menular atau membahayakan kemanusia. Daging ternak yang positif PMK masih dapat dikonsumsi selama dimasak dengan benar,”jelasnya.

Memahami kekhawatiran publik terhadap dampak PMK, Kuntoro menyebutkan pihak Kementan akan terus menyosialisasikan pencegahan penularan PMK melalui pemotongan hewan kurban yang baik di daerah wabah, tertular, terancam, dan bebas.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, ormas keagamaan, maupun pemerintah daerah untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah kurban tahun ini agar berjalan lancar,” ungkap Kuntoro.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ternak idul adha Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top