Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Muncul Ancaman Wabah PMK, ID Food Lakukan Strategi Antisipatif

Holding Pangan ID Food bersama mitra peternak segera lakukan upaya pencegahan dini dari ancaman wabah penyakit mulut dan kuku.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 09 Mei 2022  |  02:23 WIB
Anak Buah Kapal KM Camara Nusantara 5 memeriksa sejumlah sapi yang akan dikirim ke Samarinda, Kalimantan Timur di Pelabuhan Tenau Kupang, NTT, Senin (6/8/2018). - ANTARA/Kornelis Kaha
Anak Buah Kapal KM Camara Nusantara 5 memeriksa sejumlah sapi yang akan dikirim ke Samarinda, Kalimantan Timur di Pelabuhan Tenau Kupang, NTT, Senin (6/8/2018). - ANTARA/Kornelis Kaha

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah kemunculan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Timur pada 28 April 2022, BUMN Holding Pangan ID Food bersama mitra peternak segera lakukan upaya pencegahan dini.

Seluruh hewan ternak yang dikelola ID Food melalui anak usaha PT Berdikari maupun di peternakan atau kandang sapi member ID Food harus dipastikan aman dan bebas dari wabah tersebut.

“Sesuai arahan Pemerintah untuk lakukan pencegahan, pengawasan dan pengendalian untuk memberikan proteksi kepada hewan ternak,” jelas Direktur Utama Holding Pangan ID Food Frans Marganda Tambunan seperti dikutip dalam keterangan resmi ID Food, Minggu (8/5/2022).

Mengenai upaya ini, Frans mengatakan Holding pangan ID FOOD terus lakukan pengawasan dan monitoring serta sosialisasi pencegahan kepada seluruh mitra ID FOOD Group termasuk kepada Asosiasi Pedagang dan Mitra Peternak.

Frans memerinci ID Food melalui PT Berdikari telah melakukan upaya pencegahan PMK tersebut sedari dini, beberapa diantaranya dengan tidak melakukan pemasukan ternak di wilayah yang terduga terdampak PMK.

Pihaknya juga melakukan tindakan karantina atau isolasi terhadap ternak yang baru datang atau pindah dari lokasi kandang lain, menggunakan prosedur biosecurity yang ketat pada wilayah kawasan peternakan yang dikelola anak usaha PT Berdikari, dan mengupayakan vaksin terhadap ternak sapi dan domba.

“Kami memastikan peternakan sapi yang dikelola ID Food Group aman dan bebas dari wabah, berdasarkan operasi pasar dan koordinasi kami dengan asosiasi pedagang dan mitra, stok ketersediaan daging sapi tersedia,” ujar Frans.

Direktur Utama PT Berdikari Harry Warganegara menambahkan pasca lebaran, pihaknya terus mendistribusikan pasokan stok daging sapi, baik daging sapi segar dan beku. Dia pun memastikan daging sapi yang didistribusikan sehat dan aman. Mengenai adanya wabah PMK di Jatim, pencegahan dini pun telah dilakukan melalui sosialisasi upaya pencegahan kepada mitra peternak.

“Saat ini Berdikari memiliki stok hewan ternak 1.408 ekor sapi di wilayah Jawa Barat, NTB, dan Sulawesi Selatan serta 1.213 ekor domba di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sejak berita adanya dugaan PMK maka proses pengetatan terhadap biosecurity kandang ditingkatkan, baik untuk petugas perlengkapan dan termasuk pakan ternak,” ungkap Harry (8/5/2022).

Harry pun berharap pemerintah melalui Kementerian Pertanian Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan dapat segera mendapat hasil strain virus PMK apa yang ada sehingga bisa menentukan vaksin yang tepat buat pencegahan lebih luas lagi.

Seperti dilaporkan Dinas Kominfo Jatim pada Sabtu (7/5/2022), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah bergerak cepat dalam menangani kasus PMK pada hewan ternak yang terjadi di Jatim. Khofifah turun dan mengawal langsung proses pengobatan intensif pada hewan ternak di Kabupaten Gresik, yang menjadi satu diantara empat kabupaten di Jatim yang ditemukan kasus PMK pada Sabtu (7/5/2022).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN peternakan penyakit holding bumn
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top