Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berhadiah Rp770 Juta, BI dan BIS Gelar Kompetisi Inovator Pecahkan Tantangan CBDC

BI dan BIS menyusun tiga pokok tantangan atau problem statement pada setiap kategori Techsprint, dengan hadiah Rp770 juta per kategori.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 25 April 2022  |  17:27 WIB
Berhadiah Rp770 Juta, BI dan BIS Gelar Kompetisi Inovator Pecahkan Tantangan CBDC
BI dan BIS menyusun tiga pokok tantangan atau problem statement pada setiap kategori Techsprint. Ilustrasi foto: Karyawan keluar dari pintu salah satu gedung Bank Indonesia di Jakarta, Senin, (20/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) dan Bank for International Settlements (BIS) Innovation Hub mengadakan kompetisi internasional memecahkan tantangan dan memberikan solusi atas implementasi Mata Uang Digital Bank Sentral atau Central Bank Digital Currencies (CBDCs).

Ajang kompetisi tersebut, G20 Techsprint Initiative 2022, yang diluncurkan hari ini, Senin (25/4/2022), merupakan salah satu side event dari Presidensi G20 Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa tujuan akhir dari CBDC dapat dicapai melalui pengakuan akan pentingnya pemahaman bersama mengenai teknologi dan kolaborasi inklusif di antara negara-negara maju dan berkembang, di mana hal ini merupakan tujuan utama presidensi G20.

“Melalui G20 TechSprint 2022, kami bermaksud mendorong dan mengajak komunitas tingkat internasional untuk menyampaikan solusi yang paling praktis dalam merancang dan mengimplementasikan CBDC,” katanya, Senin (25/4/2022).

Techsprint atau Hackathon (hack marathon) tahun ini mengundang inovator seluruh dunia untuk mengembangkan solusi baru dalam menerbitkan serta mengedarkan CBDC dan menggunakannya untuk keperluan keuangan inklusif, melanjutkan keberhasilan inisiatif dalam pengaturan dan pengawasan kepatuhan serta solusi pembiayaan hijau pada tahun sebelumnya.

Adapun, BI dan BIS menyusun tiga pokok tantangan atau problem statement pada setiap kategori Techsprint.

Pertama, membangun sarana yang efektif dan kuat dalam menerbitkan, mendistribusikan dan mentransfer CBDC. Terdapat kebutuhan untuk mengoptimalkan berbagai proses. Kemampuan baru, seperti programabilitas uang, turut mendukung tersedianya layanan inovatif kepada pengguna.

Kedua, mendukung inklusi keuangan, yang mana CBDC juga menawarkan kesempatan untuk memperdalam inklusi keuangan serta untuk mengatasi hambatan yang dihadapi oleh masyarakat yang belum memiliki rekening bank dan tidak terjangkau oleh bank.

Ketiga, meningkatkan interoperabilitas, CBDC dapat membantu meningkatkan dan mengaktifkan koneksi serta keterkaitan dalam sistem pembayaran, meningkatkan konektivitas dan interoperabilitas.

Sebagai informasi, kompetisi ini terbuka untuk umum. Individu/komunitas dapat berpartisipasi dengan mengunjungi laman www.G20TechSprint.id , untuk mengakses menu antara lain pendaftaran, pembuatan prototipe, dan penjurian proposal secara online. Penyampaian proposal kompetisi dilakukan selambatnya pada 22 Mei 2022.

Pemenang untuk setiap kategori (problem statement) akan mendapatkan hadiah sebesar Rp770 juta (±US$53.000). Semua proyek terpilih menerima tunjangan sebesar Rp145.000.000 (± US$10.000).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia kompetisi CBDC
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top