Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Popularitas Investor Arab Saudi Meningkat, Citra China Makin Redup

Citra China meredup di Asia Tenggara. Survei ini melibatkan 3.000 responden dari Indonesia. Hasilnya, Arab Saudi menjadi yang paling populer di antara tujuh negara lainnya.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 05 April 2022  |  16:47 WIB
Lanskap kota Riyadh, Arab Saudi -  Bloomberg
Lanskap kota Riyadh, Arab Saudi - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Citra China semakin buruk di mata Asia Tenggara setelah sebuah survei mengungkap bahwa hanya satu dari tiga orang Indonesia yang rela investor China menguasai saham mayoritas di perusahaan dalam negeri.

Dilansir Bloomberg pada Selasa (5/4/2022), poling yang dilakukan oleh Lowy Institute yang berbasis di Australia menggali pertanyaan tentang siapa yang paling diharapkan menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan Indonesia dari korporasi, bank, atau dana investasi di delapan negara.

Survei ini melibatkan 3.000 responden dari Indonesia. Hasilnya, Arab Saudi menjadi yang paling populer di antara tujuh negara lainnya sebesar 57 persen. Amerika Serikat menyusul sebesar 42 persen dan China 30 persen.

Munculnya kepercayaan orang Indonesia terhadap dua ekonomi terbesar dunia ini dibarengi dengan sentimen negatif yang besar terhadap China.

Responden melihat bahwa Amerika Serikat lebih penting untuk perekonomian Indonesia daripada China. Mayoritas responden juga mengatakan bahwa Indonesia perlu bergabung dengan negara lainnya untuk membatasi pengaruh China.

"Peringkat China yang lebih rendah dari Amerika Serikat terlihat dari beberapa indikator, dari kepemimpinan militer dan ekonomi, serta pengaruh dan masalah keamanan, hingga tolok ukur 'kekuatan lunak' seperti tujuan pendidikan dan pekerjaan,” kata Lowy dalam ringkasan Poll Indonesia 2021.

Survei tersebut menemukan bahwa orang Indonesia semakin tidak percaya pada negara-negara besar selama beberapa dekade terakhir.

Sebanyak 56 persen responden memercayai AS, angka itu turun 16 persen dibandingkan satu dekade lalu. Kepercayaan di China bahkan turun lebih jauh menjadi 42 persen pada periode itu.

Di lain sisi, Timur Tengah dan China sudah siap menjadi investor untuk pembangunan Ibu Kota baru di Borneo setelah SoftBank Group Corp. menarik diri dari proyek ini.

Sejumlah investor dari Arab Saudi dan Abu Dhabi sudah menjajaki kesempatan investasi.

“Orang Indonesia tampaknya sangat menjunjung tinggi negara-negara Islam,” kata laporan itu.

Hasil survei itu juga menunjukkan bahwa Putra Mahkota Mohammad bin Salman menduduki posisi kedua untuk pemimpin yang menginspirasi setelah Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Pangeran Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed di posisi ketiga sebesar 52 persen dan Presiden AS Joe Biden sebesar 44 persen.

Adapun Presiden China Xi Jinping dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mendapat sepertiga dari total suara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china timur tengah arab saudi investor asing
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top