Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Buyback 9 Seri Global Bond US$467,48 Juta dari Investor Global

Kementerian Keuangan yang dipimpin Sri Mulyani Indrawati memutuskan untuk melakukan pembelian kembali atau buyback global bond dengan nilai total US$467,48 juta dengan total pembayaran tunai (cash consideration) sebesar US$499,99 juta.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  15:29 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah melakukan pembelian kembali (buyback) sembilan seri global bond dengan skema tender offer senilai US$467,48 juta. Upaya manajemen liablitas itu menyusul langkah penerbitan SEC Shelf Registered Global Bonds yang berlangsung pekan lalu.

Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pembelian kembali sembilan seri global bond dari para investor berlangsung pada Selasa (29/3/2022). Transaksi liability management kedua kalinya di pasar global itu berlangsung dengan skema tender offer.

"Pemerintah memutuskan untuk melakukan pembelian kembali global bond dengan nilai total US$467,48 juta dengan total pembayaran tunai [cash consideration] sebesar US$499,99 juta," tertulis dalam keterangan resmi DJPPR, Kamis (31/3/2022).

Kemenkeu menilai bahwa investor global memiliki antusiasme yang tinggi untuk berpartisipasi dalam transaksi tender offer. Hal tersebut tercermin dari jumlah instruksi tender yang diterima untuk seluruh seri mencapai US$1,57 miliar.

Berikut rincian hasil transaksi tender offer global bond dimaksud:

DJPPR menjelaskan bahwa transaksi liability management untuk surat berharga negara (SBN) dalam valuta asing di pasar global merupakan bagian dari upaya pengelolaan portofolio instrumen pembiayaan APBN.

"Pada transaksi liability management untuk kedua kalinya sejak debut pertama di September 2021, pemerintah berhasil mencapai tujuan pelaksanaan transaksi liability management ini, yaitu untuk memperpanjang maturity profile instrumen global bond dan melakukan penghematan biaya utang dari penurunan beban bunga," tertulis dalam keterangan resmi.

Sebelumnya, pada Rabu (23/3/2022), pemerintah juga telah melakukan pricing atas global bond dalam denominasi dolar Amerika Serikat dengan format SEC Shelf Registered. Transaksi itu tercatat sebagai penerbitan format SEC Registered yang kesebelas.

Nominal global bond yang diterbitkan adalah sebesar US$1,75 miliar dalam dua seri, yaitu:

1. Penerbitan baru (RI0332) untuk tenor 10 tahun sebesar US$1miliar

2. Penerbitan baru (RI0352) untuk tenor 30 tahun sebesar US$750 juta

"Selain untuk tujuan pembiayaan APBN secara umum, hasil neto dari penerbitan ini akan digunakan untuk membeli kembali sejumlah global bond pemerintah melalui transaksi tender offer tersebut di atas," tertulis dalam keterangan resmi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Buyback global bond surat utang negara sri mulyani
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top