Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perubahan Perilaku Masyarakat saat Ramadan Bakal Dongkrak Belanja Iklan

Perubahan perilaku ini akan memberikan dampak positif pada konsumsi masyarakat terhadap produk-produk dalam kategori tertentu, hal ini juga yang mendorong mengapa pemilik merek meningkatkan angka belanja iklannya.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 29 Maret 2022  |  18:17 WIB
Ramadan di Media Sosial.  - Facebook.
Ramadan di Media Sosial. - Facebook.

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Eksekutif Nielsen Indonesia Hellen Katherina melihat adanya perubahan perilaku masyarakat akan berdampak pada peningkatan belanja iklan terutama di masa menjelang Ramadan saat ini.

Berdasarkan data Nielsen, Ramadan selalu menjadi momen pendongkrak kepemirsaan TV namun pada 2021 terjadi perubahan perilaku konsumen.

“Tentunya perubahan perilaku ini akan memberikan dampak positif pada konsumsi masyarakat terhadap produk-produk dalam kategori tertentu, hal ini juga yang mendorong mengapa pemilik merek meningkatkan angka belanja iklannya,” ujar Hellen, Selasa (29/3/2022).

Perubahan perilaku yang dimaksud dalam hal ini adalah orang-orang akan lebih sering menonton televisi saat Ramadan. Selain itu, perubahan perilaku lainnya adalah semakin meningkatnya pengguna internet sehingga berpengaruh terhadap belanja iklan.

Pada Ramadan 2021, penetrasi internet dan penggunaan internet naik masing-masing 24 persen dan 35 persen.  Dalam penggunaan internet tersebut, terjadi peningkatan 117 persen pada aktivitas belanja online. Berdasarkan survei dari Nielsen, sebanyak 6 dari 10 orang sudah melakukan belanja online

“Oleh karena itu, banyak brand kemudian meningkatkan belanja iklan juga untuk menyasar konsumen-konsumen yang saat ini belanja online dan aktif menggunakan internet selama masa Ramadan.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara pun melihat dari perubahan perilaku masyarakat ikut memberikan efek terhadap belanja iklan. Pergeseran tren ke arah media sosial seperti menggandeng influencer dan endorser dinilai lebih mematok target yang lebih spesifik. 

“Selama Ramadan tingkat konsumsi rumah tangga akan meningkat lebih tinggi karena pergeseran perilaku konsumsi, termasuk efek media sosial dalam membentuk tren barang-barang yang disukai oleh konsumen,” ungkap Bhima, Selasa (29/3/2022).

Sementara itu Asosiasi E-Commerce Indonesia atau Indonesian E-Commerce Association (idEA) melihat dengan adanya pelonggaran aturan mudik menjadi momen bagi pelaku usaha untuk meningkatkan belanja iklan.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengatakan pada kondisi tersebut menjadi pelatuk daya beli masyarakat.

“Pelonggaran izin mudik yang bisa menjadi salah satu trigger konsumen berbelanja untuk dibawa sebagai buah tangan. Jadi platform akan melakukan belanja iklan cukup besar untuk bisa menarik konsumen,” ujar Bima, Selasa (29/3/2022).

Meski sudah banyak media digital, namun prospek belanja iklan melalui media televisi masih unggul dan jadi primadona dengan angka hampir 80 persen pada 2021. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iklan Ramadan
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top