Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani: Respons Kebijakan Fiskal Indonesia Lebih Efektif

Respons kebijakan fiskal Indonesia disebut lebih efektif dibandingkan dengan negara berkembang lainnya.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 26 Maret 2022  |  15:44 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut respons kebijakan fiskal Indonesia lebih efektif dibandingkan dengan negara berkembang lainnya.

“Sekarang ini kita dalam posisi memulihkan ekonomi dan APBN. Tahun 2021 lalu terlihat bahwa kinerja APBN kita membaik,” ujar Sri Mulyani dalam Orasi Ilmiah virtual bertajuk “Strategi Pembiayaan Pemerintah untuk Transformasi Menuju Green Economy”, Jumat (25/3/2022). 

Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, indeks produk domestik bruto (PDB) riil Indonesia 2021 mencapai level 101,6, mendekati level prapandemi Covid-19 yakni di posisi 100. 

Sementara itu, China masih berada pada posisi 110,5 dan disusul Vietnam di posisi 105,5.

Utang Indonesia juga dapat dijaga pada tingkat moderat dibandingkan dengan negara emerging markets lain, yakni sebesar 10,8 persen.

Sebagai perbandingan, utang negara lain jauh lebih membengkak, seperti Filipina sebesar 22,1 persen, Thailand 17 persen, India 16,5 persen, Malaysia 13,6 persen,  Afrika Selatan 12,5 persen, dan China 11,8 persen.

Pendapatan negara juga melebihi target APBN prapandemi, yaitu sebesar 114,9 persen. Capaian pertumbuhan ini didukung oleh defisit fiskal yang relatif terkendali dibanding negara lain.

APBN 2022 akan difokuskan di berbagai bidang pembangunan, diantaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta dukungan pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.

Alokasi APBN 2022 akan digulirkan ke sejumlah sektor, seperti pendidikan Rp542,8 triliun, kesehatan Rp255,4 triliun, perlindungan sosial Rp431,5 triliun, infrastruktur Rp365,8 triliun, ketahanan pangan Rp92,3 triliun, pariwisata Rp10,1 triliun, dan bidang teknologi informasi dan komunikasi sebesar Rp25,4 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menteri keuangan apbn fiskal sri mulyani kebijakan fiskal
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top