Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemeriksaan Keamanan Tuntas, China Eastern Airlines Kandangkan 223 Pesawat Boeing 737-800

Kebijakan menonaktifkan pesawat Boeing 737-800 ini ditetapkan sementara. Namun, China Eastern Airlines tidak menetapkan jangka waktunya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Maret 2022  |  09:18 WIB
Pemeriksaan Keamanan Tuntas, China Eastern Airlines Kandangkan 223 Pesawat Boeing 737-800
Ilustrasi Pesawat China Eastern Arlines. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - China Eastern Airlines dan anak perusahaannya memutuskan mengandangkan 223 pesawat Boeing 737-800 untuk sementara waktu, setelah tragedi jatuhnya pesawat pada pekan ini di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China.

Pesawat jet tipe Boeing 737-800 yang dioperasikan oleh maskapai China Eastern Airlines mengalami kecelakaan dan jatuh di pegunungan wilayah Guangxi, China selatan pada Senin (21/3/2022). Pesawat tersebut membawa 132 penumpang dan kru. Dari kecelakaan tersebut, tim penyelamat tidak menemukan satupun korban selamat.

"Semua pesawat yang dikandangkan tersebut sedang menjalani pemeriksaan dan pemeliharaan sesuai standar keamanan tertinggi guna memastikan pesawat memenuhi persyaratan kelaikan terbang," ujar Liu Xiaodong, Kepala Divisi Humas Maskapai, dalam konferensi pers, Kamis (24/3/2022).

Liu melanjutkan bahwa pihak maskapai telah meluncurkan pemeriksaan keamanan menyeluruh pascakecelakaan.

Semua pesawat penumpang lainnya milik China Eastern Airlines, yang saat ini masih beroperasi, memenuhi persyaratan kelaikan terbang dari otoritas penerbangan China, menurut Liu.

Melansir dari Aviaton Safety Network, Boeing 737-800 mengalami 23 kali kecelakaan yang dicatat sejak 2006.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china boeing 737

Sumber : Antara

Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top