Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Eks Kepala Teknisi Boeing 737 Max Dibebaskan dari Tuduhan Penipuan

Boeing dinilai mengkambinghitamkan Mark Forkner selaku teknisi 737 Max.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 24 Maret 2022  |  08:52 WIB
Eks Kepala Teknisi Boeing 737 Max Dibebaskan dari Tuduhan Penipuan
Boeing 737 MAX yang merupakan pesawat buatan Boeing yang paling banyak diminati. - Boeing
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Eks kepala pilot teknis Boeing Co., untuk pesawat 737 Max dibebaskan oleh juri federal di Texas dari tuduhan manipulasi dan penipuan kepada regulator.

Dilansir Bloomberg, pada Kamis (24/3/2022), pengacara David Gerger mengatakan kliennya Mark Forkner tidak tahu apa-apa tentang perubahan besar yang dilakukan teknisi Boeing pada sistem stabilisasi penerbangan otomatis pesawat (MCAS).

Seperti diketahui, pesawat 737 Max mengalami kecelakaan mematikan pada 2018 di Indonesia dan 2019 di Ethiopia. Total korban jiwa dari kedua kejadian mencapai 346 orang.

Regulator melarang terbang semua pesawat 737 Max setelah insiden tersebut dan memulai perbaikan cara sertifikasi pesawat baru di AS.

Forkner, yang meninggalkan Boeing untuk bekerja di Southwest Airlines Co., menghadapi empat tuduhan penipuan yang berhubungan dengan komunikasi elektronik atau wire fraud. Setiap tuduhan memiliki konsekuensi hukuman penjara maksimum 20 tahun.

Jaksa mengklaim Forkner mengirim dokumen palsu mengenai berapa banyak pelatihan pilot yang dibutuhkan untuk menerbangkan sistem baru ke Southwest dan American Airlines Inc., yang keduanya memiliki armada 737 Max yang besar.

Forkner juga dituduh menyesatkan penyelidik tentang komunikasi tersebut. Jika regulator tahu seberapa besar perubahan pada sistem panduan otomatis, Boeing harus membayar potongan harga kepada pelanggan yang membeli ratusan jet dan harus melatih ulang pilot mereka.

"Teknisi Boeing membuat perubahan penting pada sistem kontrol penerbangan MCAS, tetapi tidak memberi tahu Forkner atau banyak lainnya tentang hal itu, "kata Gerger dalam pengajuan pengadilan.

Gerger mengungkapkan Manajemen Boeing menjadikan Forkner kambing hitam untuk mencoba mengalihkan kesalahan atas kecelakaan fatal itu.

Boeing mencapai kesepakatan US$2,5 miliar sebagai penyelesaian penyelidikan Departemen Kehakiman Amerika Serikat atas dua kecelakaan fatal itu. Boeing 737 Max sudah disertifikasi ulang oleh regulator pada akhir 2020, dan American Airlines dan Southwest Airlines melanjutkan penggunaan pesawat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

boeing boeing 737
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top