Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wah! Investor Bursa Perkirakan Suku Bunga The Fed Naik Tujuh Kali

Suku bunga indeks semalam atau overnight index swap (OIS) yang terkait dengan pertemuan The Fed pada Desember naik 1,86 persen pada Senin (14/3/2022), yakni 178 basis poin di atas suku bunga efektif Fed Fund Rate sebesar 0,08 persen.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 15 Maret 2022  |  12:27 WIB
Wah! Investor Bursa Perkirakan Suku Bunga The Fed Naik Tujuh Kali
Gedung bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat, Minggu (19/12/2021). Bloomberg - Samuel Corum

Bisnis.com, JAKARTA - Proyeksi para trader atau investor bursa terhadap pengetatan kebijakan Federal Reserve atau The Fed semakin tinggi hingga tujuh kali kenaikan suku bunga acuan sebesar 0,25 persen.

Dilansir Bloomberg pada Selasa (15/3/2022), suku bunga indeks semalam atau overnight index swap (OIS) yang terkait dengan pertemuan The Fed pada Desember naik 1,86 persen pada Senin, yakni 178 basis poin di atas suku bunga efektif Fed Fund Rate sebesar 0,08 persen.

Hal itu setara dengan tujuh kali kenaikan sebesar 25 basis poin, meskipun bank sentral AS bisa jadi menaikkan ke level yang lebih tinggi.

"Rasional bagi pasar untuk memperkirakan tujuh kali kenaikan pada tahun ini. The Fed jauh di belakang kurva dan konsumen masih tetap merah saat ini, sehingga mereka harus segera kembali ke 2 persen atau netral segera," ujar Kepala Pendapatan Tetap dan ahli ETF Invesco Jason Bloom.

Suku bunga pertukaran telah mencapai 1,87 persen pada 11 Februari, tetapi terus menurun dalam beberapa pekan terakhir, sebagain besar karena invasi Rusia di Ukraina.

Suku bunga swap turun kurang dari 1,2 persen pada 1 Maret, menunjukkan para trader hanya memperkirakan kenaikan empat sampai lima kali.

Kenaikan yang baru saja tercatat di pasar suku bunga AS terjadi mengikuti peperangan Rusia yang membuat harga komoditas global bergejolak sehingga investor mulai waspada terhadap risiko inflasi.

Aksi jual pada pasar obligasi global pada Senin diikuti dengan kenaikan imbal hasil benchmark surat utang AS.

Suku bunga 5 tahun mencapai 2 persen untuk pertama kalinya pada 2019, naik hingga 15 basis poin menjadi 2,09 persen. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS 7 tahun naik 16 basis poin.

"Pada detik-detik terakhir, kenaikan enam dan tujuh kali akan membuat The Fed memiliki amunisi untuk pemangkasan nantinya jika perekonomian melambat," tutur Bloom dari Invesco.

Jika perekonomian membaik dan inflasi mulai mendingin, The Fed memiliki kemampuan untuk menghentikan sementara kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Sebelumnya, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan kepada pembuat kebijakan bahwa dia akan merekomendasikan kenaikan suku bunga 0,25 persen pada 15 - 16 Maret dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Menurutnya, kenaikan yang lebih tinggi kemungkinan diperlukan jika inflasi gagal mencapai level moderat dan suku bunga swap terkait dengan pertemuan kebijakan Mei di sekitar 60 persen dari kenaikan setengah poin saat itu.

Adapun, survei ekonom Bloomberg menunjukkan dot plot The Fed naik empat kali pada 2022. Survei memprediksi kenaikan suku bunga 1,25 persen pada tahun ini dengan suku bunga mencapai 2,5 persen pada 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kebijakan The Fed suku bunga acuan the fed
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top