Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jurus Insentif Modi Sukses, India 'Kebanjiran' Proposal Investasi Chip

Investasi tersebut termasuk Vedanta dalam usaha patungan dengan Foxconn, IGSS Ventures pte, dan ISMC. Perusahaan tersebut akan mengusahakan pembuatan chip, yang digunakan dalam beragam produk mulai dari perangkat 5G hingga mobil listrik. 
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 20 Februari 2022  |  09:48 WIB
Ilustrasi chip -  Bloomberg
Ilustrasi chip - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - India telah menerima proposal senilai US$20,5 miliar atau sekitar Rp293,15 triliun dari lima perusahaan untuk memproduksi fabrikasi semikonduktor dan fabrikasi display secara lokal.

Dikutip dari Bloomberg, perusahaan termasuk Vedanta dalam usaha patungan dengan Foxconn, IGSS Ventures pte, dan ISMC yang berbasis di Singapura telah mengusulkan investasi US$13,6 miliar untuk pembuatan chip, yang digunakan dalam beragam produk mulai dari perangkat 5G hingga mobil listrik. 

Ketiga perusahaan tersebut telah meminta dukungan sebesar US$5,6 miliar dari pemerintah federal di bawah rencana insentifnya.

“Meskipun ada batas waktu yang agresif untuk pengajuan aplikasi [insentif] di segmen greenfield semikonduktor dan manufaktur layar, skema tersebut telah memperoleh respon yang baik,” kata Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India dalam pernyataannya baru-baru ini.

Selanjutnya, dua perusahaan - Vedanta dan Elest - telah mengajukan proposal senilai US$6,7 miliar untuk memproduksi pabrikan display dan tengah mencari insentif US$2,7 miliar dari pemerintah India.

Pasar semikonduktor negara Asia Selatan diperkirakan mencapai US$63 miliar pada tahun 2026 dibandingkan dengan US$15 miliar pada tahun 2020. 

Sebelumnya, Perdana Menteri Narendra Modi  telah meluncurkan program insentif untuk meningkatkan pangsa manufaktur dalam perekonomian dan membalikkan perlambatan akibat pandemi. 

Insentif India diumumkan di tengah prediksi bahwa kekurangan chip global kemungkinan akan berlanjut hingga awal 2023 dan permintaan mungkin tetap di atas ekspektasi jangka panjang pada 2022.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi india chip semikonduktor

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top