Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura, Ini Imbasnya

Penyesuaian dan pengambilalihan FIR ini pun diagendakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yanga bakal bertemu Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong pada esok hari. 
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 24 Januari 2022  |  21:31 WIB
Gunung Ranai di Natuna.  - Bisnis/Duwi Setiya Ariyanti
Gunung Ranai di Natuna. - Bisnis/Duwi Setiya Ariyanti

Bisnis.com, JAKARTA — Sektor penerbangan di Indonesia tak terimbas signifikan atas pengambilalihan ruang udara di Natuna yang selama ini dikelola oleh Singapura.

Pemerhati penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (JAPRI) Gerry Soedjatman mengatakan persoalan Flight Region Information atau FIR hanya menyangkut pengelolaan ruang udara. Menurutnya, jika pengambilalihan FIR telah dilakukan dengan baik dan benar, seharusnya tidak ada dampak signifikan untuk penerbangan di Indonesia.

Menurutnya, yang lebih penting dalam tercapainya keberhasilan negosiasi FIR adalah Defence Cooperation Agreementnya atau DCA. Menurutnya DCA ini yang memungkinkan pengalihan FIR ini akhirnya bisa terlaksana.

Pemerintah Indonesia memang tengah berupaya mengambil alih pengelolaan FIR dari Singapura. Tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tidak memiliki pengelolaan ruang udara sepenuhnya karena memiliki kemampuan.

Penyesuaian dan pengambilalihan FIR ini pun diagendakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yanga bakal bertemu Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong pada esok hari. 

Adapun penguasaan FIR terhadap Singapura ini tidak ada kaitannya dengan kedaulatan negara. Penguasaan ini perlu dilakukan kembali karena puluhan tahun yang lalu Indonesia belum memiliki sistem yang memadai untuk mengontrol penerbangan. Hal itu menyebabkan pada akhirnya pengelolaan FIR didelegasikan ke Singapura.

Kuasa Singapura atas langit Indonesia itu ditetapkan dalam pertemuan ICAO di Dublin, Irlandia, Maret 1946.
Dengan perjanjian itu, Singapura menguasai sekitar 100 mil laut (1.825 kilometer) wilayah udara Indonesia. Wilayah itu mencakupi kepulauan Riau, Tanjung Pinang, Natuna, Sarawak dan Semenanjung Malaya.

Dengan demikian pesawat Indonesia harus minta izin kepada otoritas penerbangan Singapura jika hendak terbang dari Tanjungpinang ke Pekanbaru. Hal ini berlaku juga untuk penerbangan ke Pulau Natuna, Batam dan penerbangan di kawasan selat Malaka.

Kerangka kerja sama dengan Singapura juga sudah ditandatangani oleh Singapura. Itu pun harus ada pengakuan dari negara-negara lain bahwa Indonesia negara kepulauan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi natuna
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top