Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi Menjulang, ECB Pastikan Tak Akan Seagresif The Fed

ECB mengungkapkan AS dan Eropa berada di situasi yang sangat berbeda. Selain itu, Inflasi jauh lebih lemah di wilayah euro dan kemajuan pemulihan ekonomi kawasan ini juga belum semaju di AS.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 20 Januari 2022  |  22:22 WIB
Christine Lagarde, Presiden European Central Bank (ECB), dalam konferensi pers di Frankfurt, Germany, Kamis (16/12/2021) -  Bloomberg/Andreas Arnold
Christine Lagarde, Presiden European Central Bank (ECB), dalam konferensi pers di Frankfurt, Germany, Kamis (16/12/2021) - Bloomberg/Andreas Arnold

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menyatakan tidak akan bertindak seagresif Federal Reserve dalam menanggapi inflasi.

Dia mengatakan bahwa ECB punya banyak alasan untuk tidak segera menaikkan suku bunga seiring dengan kenaikan harga.

Menurutnya, AS dan Eropa berada di situasi yang sangat berbeda. Selain itu, Inflasi jauh lebih lemah di wilayah euro dan kemajuan pemulihan ekonomi kawasan ini juga belum semaju di AS.

“Kita punya banyak alasan untuk tidak bereaksi secepat dan tiba-tiba seperti yang kami bayangkan oleh The Fed. Namun, kami sudah mulai merespons dan kami, tentu saja, siap merespons dengan kebijakan moneter jika angka, data, fakta, mengharuskannya,” ungkap Lagarde, dilansir Bloomberg pada Kamis (20/1/2022).

ECB berada di bawah tekanan setelah inflasi di kawasan itu mencapai 5 persen pada bulan lalu. Namun, para pejabat sudah menyetujui untuk mengurangi stimulus pandemi. ECB meyakinkan bahwa kenaikan suku bunga sangat tidak mungkin dilakukan pada tahun ini karena serangan inflasi saat ini didorong oleh guncangan pasokan dan lonjakan biaya energi ysng secara bertahap akan mereda.

Pada kesempatan yang lain, anggota Dewan Gubernur ECB Pablo Hernandez mengatakan kepada TVE Spanyol bahwa kenaikan tingkat inflasi diperkirakan tidak terjadi pada 2022.

Sementara itu, The Fed telah memberikan sinyal kenaikan suku bunga secepatnya pada Maret setelah kenaikan harga konsumen mencapai 7 persen pada Desember. Angka itu menjadi yang terbesar dalam empat dekade.

Pasar uang sedang menguji tekad ECB untuk menunggu lonjakan harga, bertaruh pada kenaikan suku bunga segera setelah September. Patokan imbal hasil surat utang Jerman juga naik di atas nol untuk pertama kalinya dibanding level sebelum pandemi pada Rabu.

Namun, Lagarde meyakini kondisi itu memberikan sinyal bahwa fundamental ekonomi yang mulai pulih. “Itu berarti ada kepercayaan dalam pertumbuhan dan dalam kondisi seperti itu, tingkat suku bunga akan meningkat secara bertahap,” ujar Lagarde.

Gubernur Bank of France Francois Villeroy de Galhau mengatakan bank sentral akan bertindak jika kenaikan harga terus terjadi. Dia dan rekan-rekannya akan tetap “membuka mata lebar” pada data yang masuk.

Bank of France saat ini memperkirakan inflasi di ekonomi terbesar kedua di kawasan euro itu akan turun di bawah 2 persen pada akhir tahun ini.

“Ini adalah perkiraan kualitas; itu jelas bukan kepastian buta. Jika inflasi ternyata lebih persisten, tidak diragukan lagi bahwa kita akan memiliki tekad dan kapasitas untuk menyesuaikan kebijakan moneter kita dengan cepat,” kata Villeroy dalam pidatonya di universitas Paris Dauphine.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi ecb christine lagarde

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top