Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dirut InJourney Ingin Tata Ulang Bisnis Bandara di Indonesia

Dirut InJourney Dony Oskaria ingin menata ulang bisnis bandara di Indonesia sebagai program prioritas jangka pendek.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  17:54 WIB
Bandara Hang Nadim, Batam.  - batam/airport.com
Bandara Hang Nadim, Batam. - batam/airport.com

Bisnis.com, JAKARTA - Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aviasi dan Pariwisata atau InJourney memprioritaskan penataan bisnis bandara sebagai program prioritas jangka pendek.

Direktur Utama InJourney Dony Oskaria menyampaikan tujuan holding ini adalah untuk menginisiasi peningkatan pergerakan wisatawan melalui kolaborasi dengan stakeholder termasuk asosiasi, swasta serta UMKM.

Dony menjelaskan dalam jangka pendek, prioritasnya adalah penataan portofolio bisnis bandara anggota holding dengan membuat international logistic hub, pengembangan delapan bandara dengan konsep aerocity, inisiasi platform Travel Management, konsolidasi 122 hotel-hotel milik BUMN. Selain tentunya juga mengembangkan kawasan-kawasan di destinasi pariwisata super prioritas.

“Kami percaya, pembentukan InJourney diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan sektor pariwisata, tapi akan menjadi ekosistem pariwisata terdepan di wilayah Asia Tenggara,” ujarnya, Senin (17/1/2022).

Adapun Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada (13/1/2022) telah meresmikan holding BUMN pariwisata dan pendukung InJourney di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal yang sudah dinantikannya selama 7 tahun terakhir.

“Sejak awal sebenarnya sudah bolak-balik ini saya sampaikan sejak tujuh tahun yang lalu. Sudah saya perintahkan konsolidasi, restrukturisasi, karena kuncinya di situ,” ujarnya.

Menurutnya, begitu banyak perusahaan dengan anak-anak usaha serta aset yang premium dan strategis belum menjadi kekuatan besar karena tidak terkonsolidasi, efisien, dan kompetitif.

Kepala negara juga meyakini dengan pembentukan holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, pengelolaan pariwisata akan bisa dilakukan secara efisien, terintegrasi dari hulu sampai hilir.

Mulai penataan rute penerbangan, manajemen perjalanan, konten promosi, event, atraksi, kuliner, akomodasi sampai ke penjualan ritel-ritel suvenir dari para perajin-perajin yang tentu saja juga sudah terseleksi dengan baik.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN bandara
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top