Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Perhitungan Subsidi Kendaraan Listrik di China

Subsidi kendaraan di China berlaku untuk mobil penumpang yang digunakan secara komersial, bus angkutan umum, taksi, kendaraan logistik dan kendaraan pos, bus antar-jemput bandara dan mobil pemerintah, truk sampah, dan kendaraan ride sharing.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  09:37 WIB
BYD T6 light truck, BYD counterbalance forklift, BYD Q1M yard tractor, BYD pedestrian pallet truck, BYD T3 van.  - BYD
BYD T6 light truck, BYD counterbalance forklift, BYD Q1M yard tractor, BYD pedestrian pallet truck, BYD T3 van. - BYD

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi mobil penumpang China mencatat hampir 3 juta mobil penumpang listrik baru dijual di China sepanjang 2021, atau sekitar 14,8 persen dari 20,15 juta mobil penumpang yang terjual secara keseluruhan.

Penjualan kendaraan energi baru - baterai listrik dan hibrida - telah tumbuh pesat sepanjang tahun lalu. Pesatnya penjualan kendaraan listrik dan hibrida hingga saat ini ditopang oleh kebijakan subsidi harga kendaraan listrik dan hibrida oleh pemerintah China.

Pada 2021, pemerintah China menerapkan reduksi 10 persen untuk pembelian kendaraan komersial atau publik. Sementara itu, individu menerima diskon harga hingga 20 persen.

Kendaraan dengan sistem listrik penuh dengan kemampuan jarak tempuh 300-400 kilometer mendapat subsidi hingga 13.000 yuan atau sekitar 1.640 euro pada 2021, dikutip dari Electrive.

Sementara itu, individu yang membeli mobil hibrida plug-in akan menerima subsidi 6.800 yuan atau sekitar 857 euro tahun ini. Pengurangan sepuluh persen di China berlaku untuk mobil penumpang yang digunakan secara komersial, bus angkutan umum, taksi, kendaraan logistik dan kendaraan pos, bus antar-jemput bandara dan mobil pemerintah, truk sampah, dan kendaraan ride sharing.

Spesifikasi teknis yang diminta oleh pemerintah sebagai imbalan atas subsidi tetap tidak berubah. Mobil listrik harus memiliki jangkauan minimum 300 kilometer, sementara untuk plug-in hybrid dengan jangkauan listrik 50 kilometer atau lebih.

Namun, pemerintah telah menetapkan bahwa subsidi ini akan kembali dipangkas tahun ini. China akan memotong subsidi pada kendaraan energi baru (NEV), seperti mobil listrik, sebesar 30 persen pada 2022 dan menghapusnya pada akhir tahun 2022.

Dikutip dari Nikkei, Kementerian Keuangan China telah mengatakan bahwa subsidi NEV akan dipotong dari 2020 hingga 2022 masing-masing sebesar 10 persen, 20 persen dan 30 persen. Untuk NEV untuk angkutan umum, subsidi akan dipotong sebesar 10 persen pada tahun 2021 dan sebesar 20 persen pada tahun 2022.

China, pasar mobil terbesar di dunia, telah menetapkan target untuk NEV, termasuk hibrida plug-in dan kendaraan sel bahan bakar hidrogen, untuk menghasilkan 20 persen dari penjualan mobil pada tahun 2025.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik subsidi china
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top