Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Nilai Bali Perlu Dorong Diversifikasi Pasar Selain Pariwisata

Pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata mati suri, sehingga memukul perekonomian di Provinsi Bali.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 16 Januari 2022  |  13:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam konferensi pers Realisasi APBN 2021 di Jakarta, Senin (3/1/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam konferensi pers Realisasi APBN 2021 di Jakarta, Senin (3/1/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa perlu adanya diverisifikasi pasar dalam perekonomian di Provinsi Bali, berkaca dari kondisi selama pandemi Covid-19 yang sempat membuat pariwisata mati suri. Penyaluran pembiayaan terhadap pelaku usaha ultra mikro dapat mendukung langkah diversifikasi tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Sri Mulyani usai gelaran Gebyar UMKM di Ubud, Bali pada Sabtu (15/1/2022) yang diselenggarakan oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Acara itu menjadi bagian dari Leaders Offsite Meeting Kementerian Keuangan, dengan salah satu agendanya adalah penyusunan kebijakan strategis dalam pengembangan UMKM.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa peran pariwisata dalam perekonomian Bali sangat dominan. Ketika pandemi Covid-19 menghantam dan aktivitas masyarakat global menjadi terbatas, perekonomian Bali pun menjadi sangat terdampak karena kunjungan wisatawan mancanegara yang sangat rendah dan masyarakat Indonesia pun menahan diri untuk berwisata.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Bandara Ngurah Rai, Bali pada Januari—November 2021 hanya 43 orang, jauh dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1,05 juta orang. Secara nasional, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari—November 2021 pun hanya 1,48 juta orang, turun 61,8 persen (year-on-year/YoY) dari sebelumnya 3,89 juta orang.

"Pandemi Covid -19 memberi pelajaran, agar Bali mulai diversifikasi pasar, jangan hanya tergantung pariwisata. Misal industri atau pertanian. Permintaan pasar dunia saat ini untuk produk pertanian organik sangat tinggi," ujar Sri Mulyani pada Sabtu (15/1/2022).

Menurutnya, Bali memiliki potensi dari banyaknya lahan untuk pertanian organik sebagai modal melakukan diversifikasi. Selain itu, sistem subak—yang ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)—turut menjadi potensi pengembangan pertanian organik selain sebagai wisata budaya.

Sri Mulyani menilai bahwa diversifikasi perekonomian Bali sangat memerlukan peranan UMKM. Namun, kini para pelaku usaha masih kesulitan karena terdampak oleh pandemi Covid-19, sehingga dukungan pembiayaan menjadi penting untuk membantunya dapat bertahan dan pulih dengan cepat ketika kondisi ekonomi sudah lebih stabil.

"Saya berharap agar covid teratasi dan ekonomi akan pulih lagi, sehingga pangsa pasar UMKM akan berkembang, khususnya di Bali yang ekonominya paling terdampak pandemi," ujarnya.

Direktur Utama PIP Ririn Kadariyah menjelaskan bahwa dalam gelaran Gebyar UMKM, mayoritas peserta adalah pelaku usaha penerima pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dari Pusat Investasi Pemerintah melalui penyalur Koperasi Krama Bali. Selain penerima UMi, kegiatan itu pun menghadirkan pelaku UMKM binaan instansi vertikal Kementerian Keuangan.

Produk yang digelar dalam acara tersebut merupakan karya-karya khas Bali, mulai dari produk kerajinan seperti anyaman kulit bambu, batok kelapa, tenun ikat dan uang kepeng, produk minyak urut, hingga produk kuliner yaitu kue, arak bali, dan kopi.

Di Bali, penyaluran pembiayaan UMi dilakukan PIP melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Pegadaian, Koperasi Krama Bali, dan Koperasi UGT Nusantara. Penyaluran pembiayaan oleh PIP telah menjangkau 15.899 orang dengan nilai Rp65,59 miliar.

"Kegiatan yang merupakan salah satu upaya promosi produk UMKM ini, diharapkan menjadi salah satu kontribusi nyata PIP dalam membantu pemulihan ekonomi, khususnya di provinsi Bali yang masih merasakan dampak pandemi Covid-19. Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengenal produk UMKM, sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan omzet usaha pelaku UMKM," ujar Ririn.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani pusat investasi pemerintah pembiayaan mikro
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top