Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah AS Bidik Pajak NFT yang Bernilai Miliaran Dolar

Meroketnya fenomena Non-fungible token membuat Pemerintah AS membidik pajak NFT yang bernilai hingga miliaran dolar.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 16 Januari 2022  |  17:21 WIB
Tampilan situs Opensea, marketplace yang menjual karya non-fungible token (NFT) terbesar di dunia - opensea.io
Tampilan situs Opensea, marketplace yang menjual karya non-fungible token (NFT) terbesar di dunia - opensea.io

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat mulai membidik Non-fungible token (NFT) untuk menjadi objek pajak seiring dengan derasnya perhatian investor terhadap pasar aset kripto senilai US$44 miliar ini.

Hal ini menjadi kejutan terbaru dari Washington bagi peminat NFT. Saat ini, kebijakan perpajakan pada token ini belum jelas, membuat kolektor NFT panik untuk menghitung berapa banyak yang harus mereka keluarkan.

Pajak ini akan memburu penggemar NFT seperti Justin Bieber hingga Melania Trump yang nilainya mencapai miliaran dolar dan tarif setinggi 37 persen, menurut ahli pajak. Pejabat Internal Revenue Service (IRS), badan pengumpul pajak AS, mengatakan sudah siap untuk menindak keras pengemplang pajak.

Chief Operating Officer TokenTax Arthur Teller memperkirakan total tagihan pajak NFT bisa mencapai miliaran dolar AS. Untuk beberapa orang tidak akan menyadari bahwa mereka berutang pajak setiap tiga bulan dan mungkin akan menghadapi hukuman hanya karena mengajukan pengembalian tahunan, kata salah satu pendiri TokenTax Zac McClure.

Besarnya uang yang dipertaruhkan mendorong IRS untuk memperjelas aturannya. Mantan kepala penasihat IRS yamng sekarang mitra Gibson Dunn & Crutcher, Michael Desmond mengatakan lembaga itu akan mengaudit orang-orang terlebih dahulu.

Para investigator IRS sedang mempersiapkan kemungkinan lonjakan kasus pengemplangan pajak pada tahun ini.

“Kami mungkin akan melihat masuknya potensi penghindaran pajak jenis NFT, atau kasus penghindaran pajak aset kripto lainnya," kata Jarod Koopman, Direktur Eksekutif Layanan Siber dan Forensik di divisi investigasi kriminal IRS seperti dikutip Bloomberg pada Sabtu (15/1/2022).

NFT membetot banyak perhatian sebagai representasi dari seni digital. Aset ini diperkirakan akan menjadi kunci di dunia metaverse yang disebut Mark Zuckerberg adalah masa depan internet. Token ini merupakan sertifikat digital yang menunjukkan keaslian dan tidak dapat direplikasi sehingga meningkatkan valuasinya.

"Anda tidak boleh tidak melaporkan keuntungan atau kerugian karena IRS telah gagal memberikan panduan yang memenuhi harapan Anda. Semakin sulit bagi orang untuk mendapatkan kesimpulan yang masuk akal, atau idealnya, benar, semakin mudah untuk mengabaikannya," ungkap pengacara pajak yang berbasis di San Francisco, James Creech.

Namun, lembaga pajak masih mengalami kesulitan mengenakan pajak kepada jenis aset ini karena tidak dapat dibandingkan dengan investasi tradisional yang sudah ada.

Para pakar pajak setuju jika karya kreator NFT yang dijual di platform seperti OpenSea atau Rarible, keuntungannya harus dianggap sebagai pendapatan biasa dan dikenakan tarif setinggi 37 persen.

Artinya, investor yang membeli token tersebut harus dibebani pajak capital gain jika mereka menggunakan mata uang kripto lain untuk transaksi jual beli.

Kendati demikian, aturannya tidak jelas. Ada pertanyaan tentang apakah token harus dikenakan pajak seperti barang koleksi seni, yang datang dengan tingkat keuntungan modal jangka panjang hingga 28 persen. Itu masih lebih tinggi dibandingkan dengan pajak sebagian besar cryptocurrency dan saham yang sebesar 20 persen.

Adapun, RUU infrastruktur yang ditandatangani Presiden Joe Biden pada tahun lalu akan mempersulit orang untuk menyembunyikan aset digitalnya. Namun, tetapi Kementerian Keuangan belum memutuskan apakah itu termasuk NFT.

Sementara itu, peminat NFT harus bersiap untuk mengerjakan banyak dokumen. Adam Hollander, investor NFT dan pencipta koleksi "Hungry Wolves mengaku telah menghabiskan 50 jam menyisir transaksi kriptonya selama berbulan-bulan. "Ini benar-benar mimpi buruk. Ada orang yang tidak mau melakukan apa yang saya lakukan," katanya.

Minat Meroket

Penjualan NFT meroket pada tahun lalu dengan nilai fantastis. Karya CryptoPunk #3100 yang menampilkan alien menggunakan ikat kepala berhasil terjual senilai US$7,7 juta dengan nilai awal US$2.000 pada pertengahan 2017.

Karya Everydays: the First 5000 Days dari seniman digital Mike Winkelmann yang dikenal dengan nama Beeple berhasil terjual US$69,3 juta.

Data Chainalysis menunjukkan total investasi NFT mencapai US$41 miliar dengan transaksi kontrak pintar menggunakan Ethereum di marketplace NFT dan koleksi dari awal 2021 hingga pertengahan Desember.

Managing Partner pemberi pinjaman kripto Nexo Antoni Trenchev mengatakan kemunculan metaverse menjadi kekacauan yang indah pada industri kripto.

"Ini akan menjadi salah satu tema menyeluruh tahun depan: metaverse, pembangunan infrastruktur, dan kemudian NFT yang akan menjadi bagian dari ekonomi di sana," ungkapnya pada awal Januari.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak aset kripto NFT
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top