Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Core Indonesia: Penundaan Pilpres 2021 Berpotensi Ganggu Ekonomi dan Investasi

Core Indonesia menilai bahwa tidak ada urgensi untuk menunda pemilihan umum (pemilu) atau pilpres, terlebih dengan alasan ekonomi. Pada 2022, kondisi ekonomi justru tumbuh positif dan perkiraannya akan lebih baik pada 2021.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 13 Januari 2022  |  17:50 WIB
Menteri Investasi - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia
Menteri Investasi - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia

Bisnis.com, JAKARTA — Center of Reform on Economics atau Core Indonesia menilai bahwa ide menunda pemilihan presiden atau pilpres demi perekonomian justru dapat membawa ketidakpastian, yang pada akhirnya justru merugikan ekonomi dan investasi.

Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal menilai bahwa tidak ada urgensi untuk menunda pemilihan umum (pemilu) atau pilpres, terlebih dengan alasan ekonomi. Pada 2022, kondisi ekonomi justru tumbuh positif dan perkiraannya akan lebih baik pada 2021.

“Urgensinya apa? Pemulihan ekonomi? Kalau pemulihan ekonomi, indikator persisnya apa yang urgent? Karena kalau dilihat dari indikasi pemulihan ekonomi sebetulnya sudah kelihatan pada 2021 kita sudah tidak lagi kontraksi, sudah lewat resesi. Sudah mulai positif,” ujar Faisal kepada Bisnis, Kamis (13/1/2022).

Menurutnya, pada 2022, memang masih terdapat risiko dan dampak dari pandemi Covid-19 dan ketidakpastian ekonomi pun masih terjadi. Namun, tren pemulihan yang positif justru membuat alasan penundaan pemilu karena ekonomi menjadi terlalu jauh hubungannya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2021 akan berada di kisaran 3,7 persen, lalu pada 2022 proyeksinya tumbuh ke 5—5,5 persen. Selain itu, defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2021 sudah berada di 4,65 persen, mencapai target untuk berada di bawah 5 persen.

“Jadi kalau melihat dari kondisi perekonomian semestinya sudah sejalan dengan narasi pemerintah, apalagi kan kemarin pemerintah ada statement sudah take off, semestinya ya berarti tidak ada masalah untuk pemilu dari sudut pandang ekonomi. Apalagi kalau alasannya adalah untuk pemulihan,” ujarnya.

Faisal justru menilai bahwa penundaan pemilu atau pilpres pada 2024 akan membawa dampak beruntun terhadap aspek sosial dan politik. Gejolak sosial dan politik nantinya akan berdampak terhadap ekonomi, sehingga justru kontraproduktif dengan alasan penundaan atas nama pandemi.

“Termasuk masalah kepastian governance di Indonesia, kan memengaruhi juga kepastian investasi dan sebagainya. Jadi saya melihat justru lebih besar mudharatnya kalau malah diundur, dari sisi ekonomi,” ujar Faisal.

Ketika ekonom menilai bahwa penundaan pemilu atau pilpres justru akan mengganjal ekonomi dan menghambat investasi, isu penundaan itu justru muncul dari Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Beberapa waktu lalu, Bahlil menyatakan bahwa isu itu merupakan aspirasi para pelaku usaha.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bahlil lahadalia Pilpres 2024
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top