Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Startup Dunia Raup Pendanaan US$621 Miliar Sepanjang 2021

Pendanaan awal menjadi indikator kesehatan bagi startup baru.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 13 Januari 2022  |  18:42 WIB
Ilustrasi - Istimewa
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan rintisan atau startup berhasil meraup pendanaan senilai US$621 miliar secara global sepanjang 2021, memecahkan rekor tahun sebelumnya dengan penghuni Sillicon Valley menjadi pemimpinnya.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (12/1/2022), menurut data riset CB Insights, Amerika Serikat berkontribusi sekitar setengah dari pendanaan total di dunia dengan nilai US$311 miliar.

Silicon Valley dan New York mempertahankan posisi teratas mereka untuk jumlah dana yang terkumpul paling banyak dan kesepakatan yang paling banyak diselesaikan.

Capaian itu terbantu oleh sejumlah putaran pendanaan besar dari perusahaan yang sudah mapan. Namun, data CB Insights juga menunjukkan peningkatan dalam aktivitas kesepakatan tahap awal di kota-kota yang bukan pusat teknologi tradisional.

Di samping itu, untuk pertama kalinya sejak CB Insights mulai melacak data, ada lebih banyak putaran pendanaan di Asia daripada wilayah lainnya, dengan total mencapai 12.485 kesepakatan.

Pendanaan awal menjadi indikator kesehatan bagi startup baru. Di penjuru AS, porsi pendanaan awal ini menurun sedikit baik di Silicon Valley dan New York pada tahun lalu, menjadi sebesar 57 persen dari total di kedua wilayah.

Persentase kesepakatan tahap awal di Austin, Texas tergelincir untuk tahun kedua berturut-turut sebesar 57 persen.

Sementara itu, pendanaan perusahaan rintisan awal di Philadelphiamencapai 63 persen dari kesepkatan total, naik 51 persen. Di Los Angeles dan Dallas, yang mencapai tertinggi pendanaan baru tahun lalu, jumlahnya naik menjadi masing-masing 62 persen dan 55 persen.

"Itu tidak mengejutkan jika para pendiri meluncurkan startup di lokasi yang semakin bervariasi, kata Bilal Zuberi, mitra Lux Capital yang mendanai perusahaan rintisan baru.

Ledakan pendanaan di era bekerja jarak jauh telah membuat kampung halaman perusahaan menjadi tidak terlalu penting. Kemudahan dalam presentasi menggunakan panggilan video telah membuat proses keputusan lebih cepat.

"Jika Anda terhubung dengan New York, Austin atau Silicon Valley, maka tidak masalah jika Anda tinggal di Montana. Yang paling penting adalah ekosistem apa yang dapat dimanfaatkan oleh seorang pendiri untuk eksekutif dan karyawan," ujar Zuberi.

Miami menjadi kota lain yang mencatatkan ledakan pendanaan pada 2021, tertolong oleh sejumlah figur berprofil tinggi yang pindah ke daerah yang lebih hangat.

Startup Miami berhasil mengumpulkan US$4,6 miliar pada 2021. Itu lebih dari dua kali lipat total tahun sebelumnya dan peningkatan sembilan kali lipat dari tahun 2015.

Pangsa startup tahap awal yang mendapatkan kesepakatan di kota tersebut juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir, mencapai yang tertinggi hingga 50 persen untuk pertama kalinya pada 2021.

Startup di Silicon Valley sendiri mengumpulkan US$105 miliar pada tahun lalu, menjadikannya metro top dunia untuk pendanaan.

Mitra Index Ventures Nina Achadjian mengatakan aspek kehidupan Silicon Valley tidak dapat dengan mudah ditiru.

“Silicon Valley masih tetap menjadi pusat gravitasi. Karena kepadatan yang kuat dari bakat teknologi, laboratorium penelitian kelas dunia di universitas terkemuka dan lokasi fisik beberapa dana ventura dunia, yang meskipun membuka kantor di Pantai Timur, masih berkantor pusat di sini," ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp investasi startup Silicon Valley

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top