Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan karena Raffi Ahmad, Ini Penyebab Harga Properti di Andara Naik

Kawasan Andara, Jakarta Selatan menjadi salah satu wilayah yang menarik karena kehadiran selebritas Raffi Ahmad. Meski demikian, tidak serta-merta menaikkan harga properti di kawasan tersebut.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 13 Januari 2022  |  16:16 WIB
Foto aerial Tol Depok-Antasari dengan latar belakang Gunung Salak dan Pangrango di Jakarta, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Foto aerial Tol Depok-Antasari dengan latar belakang Gunung Salak dan Pangrango di Jakarta, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Kawasan Andara, Jakarta Selatan menjadi salah satu wilayah yang menarik karena kehadiran selebritas Raffi Ahmad. Meski demikian, tidak serta-merta menaikkan harga properti di kawasan tersebut.

Green Andara Residences yang terletak di Jalan Andara Raya, Cinere, Jakarta Selatan, menjadi salah satu perumahan yang banyak diminati saat ini, karena lokasinya yang premium dan dekat ke berbagai akses serta fasilitas publik.

Ketua DPC Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Jakarta Selatan Andria Dian Palupi mengatakan bahwa kawasan Andara sebelumnya tidak menjadi pilihan utama para pencari properti.

Akan tetapi, kehadiran pesohor di wilayah itu membuat pamor Andara terus merangkak naik dari sebelumnya.

“Andara dulu ibaratnya bukan apa-apa sebelum ada Raffi Ahmad. Akan tetapi, kenaikan harga properti di kawasan itu bukan gara-gara Raffi Ahmad, tapi karena ada tol yang sampai Sawangan,” ujarnya saat ditemui Bisnis, Rabu (12/1/2022).

Menurutnya, kehadiran Raffi Ahmad memang lebih menaikkan pamor kawasan Andara. Sayangnya pamor tersebut tidak serta merta menaikkan harga tanah kawasan itu.

Faktor terbesar yang memengaruhi harga tanah, kata dia adalah hadirnya fasilitas baru, yakni tol Depok–Antasari yang terbentang dari Sawangan Depok hingga bagian Selatan Antasari sepanjang 21 kilometer.

Sejak diresmikan pada 2018 lalu, lanjutnya, harga tanah dan rumah di kawasan itu pun langsung merangkak naik.

“Dulu harganya Rp10 juta per meter persegi, sekarang di atas itu. Bisa Rp15 juta per meter persegi,” tuturnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti harga properti
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top