Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia-Jepang Jajaki Pengembangan Teknologi CCUS untuk PLTU

Indonesia dan Jepang menandatangani kerja sama memorandum of cooperation (MoC) tentang Realization of Energy Transition. Kedua negara sepakat mengembangkan teknologi Carbon, Capture, Utilization, and Storage (CCUS) untuk pembangkit listrik.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  15:13 WIB
Ilustrasi. Foto udara progres pembangunan PLTU mulut tambang Sumsel 8 yang terletak di Muara Enim, Sumatra Selatan. - Istimewa
Ilustrasi. Foto udara progres pembangunan PLTU mulut tambang Sumsel 8 yang terletak di Muara Enim, Sumatra Selatan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia dan Jepang menandatangani kerja sama memorandum of cooperation (MoC) tentang Realization of Energy Transition. Kedua negara sepakat mengembangkan teknologi Carbon, Capture, Utilization, and Storage (CCUS) untuk pembangkit listrik.

Teknologi CCUS merupakan salah satu jalan keluar dunia untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara. Namun, teknologi itu masih terbilang mahal saat ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa sektor energi akan menghadapi tantangan besar di masa mendatang. Sebab itu, diperlukan kerja sama sebagai upaya alih teknologi mempercepat transisi energi.

“Indonesia dan Jepang bisa mengembangkan bersama-sama teknologi CCUS dengan memanfaatkan sumber daya alam di Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (10/1/2022).

Pemerintah juga mengundang mitra internasional untuk bersama mengembangkan teknologi percepatan transisi energi mencapai netral karbon pada 2060.

“Kami mengundang partisipasi investor supaya bisa mendukung program Indonesia. Beberapa perangkat kebijakan yang kami lakukan adalah memberikan kemudahan bisnis dan menyiapkan rancangan Peraturan Menteri ESDM terkait tarif EBT.”

Sementara itu, Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Hagiuda Koichi menyambut baik kerja sama tersebut. Langkah itu dinilai akan membantu percepatan pencapaian proses transisi energi di Indonesia.

“Jepang ingin membantu merealisasikan target tersebut melalui kerangka Asia Energy Transition Initiative,” katanya.

Lebih lanjut, kerja sama kedua negara berupa penyusunan roadmap transisi energi menuju netral karbon berdasarkan target nasional masing-masing, pengembangan dan penyebaran teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis antara lain hidrogen, bahan bakar amonia, carbon recycling, dan CCS/CCUS.

Kedua negara juga mendukung upaya forum multilateral untuk mempercepat kerja sama teknologi yang berkontribusi pada transisi energi yang realistis, dan dukungan untuk pengembangan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagi pengetahuan tentang transisi energi dan teknologi yang digunakan.

Selain itu, saat ini tengah berlangsung studi bersama antara Mitsubishi Indonesia Representative dan Puslitbangtek Minyak dan Gas Bumi mengenai co-combustion fuel amonia pada PLTU.

Studi yang dijadwalkan selesai pada Januari 2022 itu bertujuan untuk menilai kelayakan teknis dan ekonomis penggunaan ammonia untuk mensubstitusi sebagian batubara sehingga umur operasional PLTU dapat dipertahankan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang pltu kerja sama
Editor : Rayful Mudassir

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top