Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menko Airlangga Beberkan Faktor X yang Bakal Bikin Bursa Efek Bergairah di 2022

Faktor lain yang dinilai dapat mendukung perdagangan saham pada 2022 adalah dukungan pemerintah yang masih berlanjut, melalui Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 03 Januari 2022  |  15:37 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan saat pembukaan pembukaan perdagangan Bursa di BEI, Jakarta, Senin (3/1 - 2021). Bisnis
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sambutan saat pembukaan pembukaan perdagangan Bursa di BEI, Jakarta, Senin (3/1 - 2021). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2022 resmi dibuka hari ini, Senin (3/1/2022). Dalam satu tahun ke depan, perdagangan di pasar modal diharapkan bisa didukung oleh berbagai macam faktor.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam pembukaan perdagangan, menyatakan bahwa pengendalian pandemi Covid-19 telah membantu perbaikan ekonomi secara fundamental pada 2021. Menurutnya, berkat penanganan pandemi Covid-19, perdagangan di pasar modal tanah air akhir tahun lalu ditutup pada level 6.581.

Di sisi lain, hal itu juga didukung oleh arus modal asing yang masuk ke pasar saham Indonesia senilai US$2,7 Miliar secara tahun kalender (year-to-date/ytd) per 30 Desember 2021. Arus modal asing itu mendorong perbaikan indeks saham pada periode akhir 2021.

"Kita juga patut bersyukur bahwa di bursa sekarang ini ada kenaikan IHSG di 2021 dan return 10,1 persen. Ini sebuah angka yang lumayan tinggi dan kalau dibandingkan dengan Filipina, Malaysia dan Singapura, kita paling atas, ini juga patut kita syukuri," jelasnya seperti yang dikutip dari siaran resmi, Senin (3/1/2022).

"Dan jumlah orang yang masuk ke bursa, investor pasar modal, ini juga naik sangat tinggi sekali. Tahun 2017 disampaikan Ketua OJK sebanyak 1,1 juta, dan hari ini 7,4 juta investor utama. Investor retail yang banyak dari anak-anak muda, milenial. Dan kita harapkan ini akan terus membesar dan akan memberikan dorongan kepada pertumbuhan ekonomi negara kita,” lanjut Jokowi.

Adapun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan tentang kesuksesan IPO salah satu perusahaan pada 2021, yakni PT Bukalapak yang merupakan unicorn teknologi pertama di Indonesia. Perusahaan berhasil memperoleh dana sebesar Rp 21,9 triliun. Hal tersebut, menurutnya, membawa optimisme bagi bursa di Tanah Air.

“Pertama, kami laporkan bahwa bursa ke depan diharapkan lebih optimis. Kemudian yang kedua, terkait dengan teknologi, kita sudah bisa me-launch IPO Bukalapak, salah satu yang terbesar di Asia, sebesar 21,9 triliun rupiah. Ini perlu dilanjutkan,” kata Menko Airlangga.

Faktor lain yang dinilai dapat mendukung perdagangan saham pada 2022 adalah dukungan pemerintah yang masih berlanjut, melalui Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa program tersebut aken menjadi instrumen utama dalam meraih peluang dan menjawab tantangan di 2022.

Sejumlah program PEN 2022, tambah Airlangga, akan didorong untuk front-loading guna membantu mengamankan trajectory pemulihan ekonomi nasional. Misalnya, program terkait bantalan sosial dan program yang bertujuan untuk menstimulasi demand masyarakat. Contohnya, subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) 3 persen dan insentif PPN DTP properti.

Peluang lain yaitu terkait Presidensi G20. Indonesia dinilai berkesempatan menampilkan keberhasilan reformasi struktural di tengah pandemi, antara lain Undang-Undang Cipta Kerja dan Indonesia Investment Authority (Sovereign Wealth Fund). Hal itu diharapkan bisa meningkatkan confidence investor global.

Selain itu, isu keuangan berkelanjutan dan arsitektur keuangan internasional yang didorong pada Presidensi G20 oleh Indonesia, diharapkan bisa memberikan kontribusi positif terhadap sektor keuangan, termasuk pasar modal Indonesia.

Terakhir, Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang ditargetkan selesai diratifikasi pada kuartal I/2022 juga menjadi hal yang semakin penting di tengah guncangan ekonomi global seperti perang dagang dan pandemi Covid-19.

Saat ini, sudah ada tujuh negara ASEAN (Brunei, Kamboja, Laos, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Myanmar) dan lima negara mitra ASEAN (China, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan) yang telah merampungkan ratifikasi. Ratifikasi oleh Pemerintah Indonesia menjadi syarat utama pemanfaatan Perjanjian RCEP di Indonesia.

RCEP memiliki arti yang signifikan bagi ekonomi Indonesia. Sebesar 72 persen aliran investasi asing yang masuk ke Indonesia berasal dari negara anggota RCEP. Melalui RCEP, Indonesia juga akan mendapatkan akses pasar tambahan dari Cina, Korea dan Jepang untuk produk-produk di sektor perkebunan, pertanian, otomotif, elektronik, kimia, makanan, minuman, mesin dan kehutanan.

"Berlakunya RCEP, perdagangan terbesar di regional terbesar, diharapkan ini memberikan dukungan terhadap pasar modal," pungkas Airlangga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa saham airlangga hartarto
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top