Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Tahun Baru, Begini Kondisi Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu

PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat jumlah penumpang per Desember telah mencapai hingga 9.000 orang per hari, jauh meningkat dari angka saat gelombang kedua pandemi Covid-19 melanda.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Desember 2021  |  17:37 WIB
Ilustrasi - Calon penumpang pesawat udara berada di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, Rabu (13/2/2019). - ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Ilustrasi - Calon penumpang pesawat udara berada di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, Rabu (13/2/2019). - ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA — Sejak Jumat (31/12/2021) pagi menjelang siang, antrean terpantau mengular hampir di setiap pintu masuk penumpang Bandara Internasional Kualanamu, Sumatra Utara. Hilir mudik penumpang terlihat mencocokan jadwal keberangkatan di layar informasi penerbangan. 

Mengutip Tempo, keriuhan di Bandara Kualanamu berjalan dengan penerapan protokol kesehatan. Kendati demikian beberapa penumpang mengaku was-was karena kemunculan varian Covid-19 Omicron

Suasana serupa tampak di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (29/12/2021) sore. Ruang-ruang tunggu terminal yang melayani penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink ramai lalu-lalang penumpang. Nyaris seluruh kursi di dekat pintu gerbang terisi penuh.

Para penumpang duduk berjarak di bangku-bangku panjang yang ditata berderet. Tak hanya di ruang tunggu umum, hilir-mudik orang terlihat di tenant-tenant yang menjajakan makanan atau minuman.

Kondisi di dua bandara menjelang pengujung tahun itu jauh berbeda dengan Juli lalu saat varian Covid-19 Delta merebak di Indonesia. PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat jumlah penumpang per Desember telah mencapai hingga 9.000 orang per hari, jauh meningkat dari angka saat gelombang kedua pandemi Covid-19 melanda.

Pada akhir 2021, Angkasa Pura II mencatat recovery rate pergerakan penumpang mencapai 68-70 persen dibandingkan dengan 2019. Sementara itu pada saat varian Delta meledak di Indonesia, jumlah penumpang hanya sekitar 30–40 persen.

Dengan demikian ada perbaikan jumlah penumpang di bandara yang berada di bawah naungan Angkasa Pura II, karena ditopang peningkatan sebulan terakhir dan pergerakan pada masa Natal dan tahun baru. Bahkan saat ini perusahaan akhirnya mencapai laba operasional setelah pendapatan dari sisi penjualan tiket penumpang nyaris 20 bulan anjlok.

Adapun situasi penjualan tiket membaik karena kepercayaan masyarakat terhadap transportasi umum mulai pulih pasca-penyuntikan vaksin Covid-19 dosis kedua. Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang membuka peluang masyarakat untuk tetap melakukan pergerakan pada masa libur akhir tahun turut menjadi pendorong terjadinya pertumbuhan kinerja perusahaan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara Covid-19 omicron

Sumber : Tempo

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top