Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Morgan Stanley Bagikan Daftar Perusahaan Global yang Paling Bergantung dengan Rantai Pasok

Di antara daftar tersebut, ada nama-nama perusahaan seperti, Apple, HP, Cisco, Lenovo, Fujitsu, Hitachi, Intel, Microsoft, IBM, Dell, dan Samsung Electronics.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 29 Desember 2021  |  14:31 WIB
Papan nama Morgan Stanley di kantornya di Paris, Prancis -  Bloomberg / Cyril Marcilhacy.
Papan nama Morgan Stanley di kantornya di Paris, Prancis - Bloomberg / Cyril Marcilhacy.

Bisnis.com, JAKARTA - Morgan Stanley memperkirakan sebagian besar gangguan rantai pasok sudah mereda dan akan sepenuhnya selesai dalam paruh pertama tahun 2022.

Seperti diketahui, krisis rantai pasokan tahun ini telah memukul perusahaan dengan keras karena kemacetan yang meningkat dan produksi industri gagal memenuhi lonjakan permintaan pasca-pandemi. Krisis energi di China dan Eropa, serta lockdown terkait Covid-19, telah berkontribusi pada tekanan besar dalam rantai pasokan.

Kendati demikian, Morgan Stanley melihat rantai pasokan tetap rentan, terutama karena dunia masih menilai risiko strain omicron baru.

"Pesanan telah melonjak di tengah kecemasan tentang sumber produk, sehingga meningkatkan jaminan simpanan dan menetapkan proyeksi untuk pelonggaran jangka pendek yang lebih tajam dari yang diperkirakan, terutama untuk elektronik," tulis bank dalam laporannya yang dikutip dari CNBC International, Rabu (29/12/2021).

Meski gangguan rantai pasok mereda, Morgan Stanley melihat biaya logistik akan tetap jauh lebih tinggi dan akan terus berlanjut hingga 2022.

"Karantina dan pembatasan perjalanan tidak mungkin dilonggarkan untuk rute lintas benua utama secara terkoordinasi hingga 2022, dengan sedikit kapasitas baru hingga akhir 2023,” ungkap Morgan Stanley.

Untuk perusahaan yang memproduksi perangkat keras teknologi, Morgan Stanley berhati-hati, terutama pada mereka yang memiliki tingkat pasokan yang tinggi serta visibilitas yang terbatas tentang kapan permintaan akan kembali normal. Berikut ini adalah perusahaan global teratas yang menurut Morgan Stanley paling mengandalkan rantai pasok:

1. Perangkat keras teknologi: Apple, HP, Cisco, Lenovo, Fujitsu, Hitachi
2. Semikonduktor: Samsung Electronics, Intel, Infineon Technologies, NVIDIA
3. Otomotif dan komponennya: Volkswagen, Ford Motor, Daimler, General Motors, BMW, Tata Motors, Renault, Hyundai Motor, Continental
4. Perangkat Lunak: Microsoft, IBM, Dell, SAP
5. Asuransi: Berkshire Hathaway
6. Konsumen: Sony, Panasonic, LG Electronics
7. Ritel: Amazon
8. Barang modal: Volvo AB, Siemens

Morgan Stanley juga menyajikan daftar perusahaan yang paling tertekan dengan gangguan rantai pasok:

1. Semikonduktor: Infineon, ST Microelectronics, NXP Semiconductor, Microchip Technology, Texas Instruments, Analog Device, ON Semiconductor, Globalfoundries, Nuvoton Technology, Nanya Technology
2. Perangkat keras teknologi: BYD Electronics, Wingtech Technology, Unimicron, Kinsus Interconnect Tech, Nan Ya PCB
3. Perangkat jaringan: Lumentum, II-VI, Corning, CommScope

“Industri yang termasuk dalam kategori ini adalah yang paling menularkan tekanan rantai pasokan, sebagian karena perusahaan dalam kelompok ini menghadapi ketergantungan yang terus-menerus pada input tenaga kerja terlepas dari peningkatan otomatisasi atau investasi modal,” kata Morgan Stanley.

Perusahaan seperti itu mungkin menghadapi tekanan biaya, tetapi mereka masih memegang kekuatan harga berdasarkan posisi industri mereka, menurut Morgan Stanley.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rantai pasok morgan stanley
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top