Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Premium Dihapus, Masyarakat Bakal Terbebani?

Rencana penghapusan BBM jenis Premium sebelumnya telah diwacanakan sejak 2017, tetapi hingga saat ini belum pernah betul-betul direalisasikan.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 29 Desember 2021  |  20:31 WIB
Pembeli BBM di SPBU Pertamina menggunakan sistem pembayaran nontunai.  - Pertamina
Pembeli BBM di SPBU Pertamina menggunakan sistem pembayaran nontunai. - Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana penghapusan bahan bakar minyak bersubsidi jenis Premium oleh pemerintah kali ini terlihat lebih serius dari wacana sebelumnya. Rencana itu bakal dijalankan kendati kondisi ekonomi Indonesia masih belum pulih akibat Covid-19.

Pengamat Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengatakan penghapusan BBM jenis Premium tidak akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat di tengah pemulihan ekonomi. Menurutnya, konsumen Premium sampai saat ini sudah semakin kecil.

"Tidak ada pengaruhnya terhadap dampak sosial akibat penghapusan subsidi. Pasalnya, subsidi Premium sudah dihapuskan sejak 2015. Subsidi dibebankan kepada Pertamina. Hanya, pemerintah mengganti dalam bentuk kompensasi jika Pertamina menjual BBM di bawah harga keekonomian," katanya kepada Bisnis, Rabu (29/12/2021).

Fahmy menilai rencana penghapusan Premium dinilai belum tentu direalisasikan pemerintah. Rencana itu sebelumnya telah diwacanakan sejak 2017, tetapi hingga saat ini belum pernah betul-betul direalisasikan.

Kendati demikian, Fahmy menilai apabila Pertalite juga dihapuskan akan mempunyai dampak terhadap inflasi, yang akan mengherus daya beli masyarakat. Pasalnya, sebagian besar konsumen sudah migrasi dari Premium ke Pertalite, dengan proporsi sekitar 62,3 persen sehingga konsumen Pertalite saat yang terbesar.

"Pada 2022 sebaiknya pemerintah menghapus Premium, tapi jangan dulu menghapus Pertalite hingga sebagian konsumen sudah migrasi dari Pertalite ke Pertamax," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin angkat bicara mengenai penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium pada 2022.

Menurutnya, alasan bensin beroktan 88 ini akhirnya dihilangkan dari peredaran sejalan dengan rencana Indonesia menuju energi hijau, sebagaimana peta jalan yang sudah disusun oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Itu pertama dalam rangka energi hijau ya. Ini juga, dan yang kedua tentu juga ada aspek lain efisiensi, tetapi yg nomor satu itu [menuju energi hijau]. Oleh karena itu kita akan mulai 2022 ini dan secara rinci akan segera dilakukan," ungkapnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM BBM Premium
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top