Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenperin Minta Industri Panel Surya Perbesar Kapasitas Produksi

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan industri, sekaligus memperbesar kapasitas panel surya di dalam negeri untuk mendukung upaya transisi energi melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 29 Desember 2021  |  16:43 WIB
PLTS Morotai di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara berkapasitas 600 kiloWattpeak (kWp), merupakan PLTS terbesar di Indonesia saat ini. Dibangun di atas lahan seluas 3 hektar, pembangkit listrik tenaga surya tersebut telah resmi beroperasi sejak 13 Mei 2012 dan masih berfungsi dengan baik hingga hari ini.  - Bisnis.com
PLTS Morotai di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara berkapasitas 600 kiloWattpeak (kWp), merupakan PLTS terbesar di Indonesia saat ini. Dibangun di atas lahan seluas 3 hektar, pembangkit listrik tenaga surya tersebut telah resmi beroperasi sejak 13 Mei 2012 dan masih berfungsi dengan baik hingga hari ini. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan industri, sekaligus memperbesar kapasitas panel surya di dalam negeri untuk mendukung upaya transisi energi melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin Herman Supriadi mengatakan bahwa sejauh ini pabrik modul surya sudah memproduksi komponen untuk PLTS dengan kapasitas sekitar 500 megawatt peak (MWp).

Namun demikian, spesifikasi modul surya buatan dalam negeri masih perlu pengembangan secara masif seiring dengan upaya transisi energi yang digaungkan pemerintah. Pengembangan panel surya disebut untuk meningkatkan minat industri besar dalam negeri memasang PLTS.

“Spesifikasi modul surya buatan dalam negeri memang harus terus ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan perkembangan pembangunan PLTS saat ini. Terutama kebutuhan modul surya di atas 550 MWp,” katanya saat webinar, Rabu (28/12/2021).

Selain itu, tren PLTS kini tidak hanya dibangun di atas tanah. Beberapa proyek pemerintah terkait energi surya mulai menyasar waduk atau perairan lainnya untuk memasang PLTS terapung.

“Ditjen Ilmate mendorong adanya industri sel surya dalam negeri. Akan tetapi, kebutuhan dalam negeri saat ini tentu kami sadari masih belum memenuhi skala keekonomian yang paling ekonomis,” terangnya.

Menurutnya, persaingan panel surya dalam negeri saat ini cukup ketat, termasuk pada sisi harga, karena produk buatan dalam energi masih belum memiliki kekuatan daya saing dari sisi harga.

Dia mendorong produksi modul surya diperbesar untuk memberikan daya pikat bagi ekosistem lainnya, seperti kendaraan listrik.

“Karena harga produknya akan menjadi lebih besar ketika keekonomiannya belum sampai,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

plts kemenperin panel surya
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top