Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengusaha Bus Pede Angkutan Penumpang Pulih 2022

Pengusaha bus optimistis angkutan penumpang bisa kembali normal dan mulai pulih pada 2022.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 28 Desember 2021  |  18:36 WIB
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, Kamis (23/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Calon penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) berada di dekat loket pembelian tiket di Terminal Pulo Gebang di Jakarta, Kamis (23/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha bus optimistis okupansi angkutan penumpang bisa kembali pulih menuju keadaan normal seperti sebelum pandemi Covid-19 pada 2022.

Pemilik PO Sumber Alam Anthony Steven Hambali mengatakan pergerakan penumpang saat libur Natal 2021 sangat bagus. Dia bahkan memprediksi situasi ini bisa bertahan hingga akhir tahun.

"Pergerakannya bagus sekali, prediksinya hingga akhir tahun ini sama dengan sebelum pandemi. Jika bisa seperti ini, saya prediksi 2022 kita bisa pulih menuju normal seperti sebelum pandemi," ujarnya, Selasa (28/12/2021).

Menurut Anthony, selama periode libur Natal 24-26 Desember 2021, tercatat kenaikan jumlah penumpang sekitar 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dia menuturkan, rata-rata harian jumlah penumpang selama periode tersebut kurang lebih sebanyak 1.000 orang. Jumlah ini hampir sama dengan rata-rata harian jumlah penumpang saat sebelum pandemi.

"Kalau rata- rata selama bulan Desember 2021 masih sekitar 70 persen dari normal," tambahnya.

Sementata itu, data sementara pergerakan penumpang di hari libur Natal, 25 Desember 2021 menunjukkan tren penurunan penumpang hampir di semua moda angkutan, kecuali angkutan jalan.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan hanya penumpang di moda angkutan jalan yang mengalami peningkatan dibandingkan dengan hari biasa sebelum kebijakan pengetatan periode Nataru diberlakukan.

"Pada angkutan jalan, jumlah pergerakan penumpang sebanyak 56.052 orang atau meningkat 13,75 persen dibandingkan rata-rata hari biasa sebanyak 49.275 orang. Angka ini juga meningkat 30 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 42.843 orang," kata Adita.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bus
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top