Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkeu Terbitkan Laporan Belanja Perpajakan, Potret Dinamika Ekonomi RI

Laporan Belanja Perpajakan menyediakan informasi belanja negara nontunai dalam bentuk berbagai insentif perpajakan yang telah diberikan oleh pemerintah.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 25 Desember 2021  |  20:55 WIB
Gedung Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Bisnis - Abdurachman
Gedung Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan menerbitkan Laporan Belanja Perpajakan atau Tax Expenditure Report 2020. Laporan itu dinilai menjadi potret dinamika ekonomi, khususnya saat pandemi Covid-19.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu menjelaskan laporan tersebut menyajikan berbagai fasilitas perpajakan, baik dalam bentuk belanja perpajakan maupun yang bukan termasuk belanja perpajakan, yang sebagian besar berupa insentif untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan dunia usaha.

Laporan Belanja Perpajakan menyediakan informasi belanja negara nontunai dalam bentuk berbagai insentif perpajakan yang telah diberikan oleh pemerintah dalam rangka mendukung pencapaian sasaran-sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.

“Dengan demikian, belanja perpajakan merupakan salah satu instrumen kebijakan fiskal yang cukup strategis, melengkapi instrumen belanja negara yang bersifat tunai di APBN dan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi,” ujar Febrio dalam keterangan resmi, dikutip pada Sabtu (25/12/2021).

Menurutnya, Laporan Belanja Perpajakan menjadi sangat strategis karena mampu memotret dinamika ekonomi dan insentif perpajakan dengan baik, terlebih pada masa pandemi yang membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan insentif perpajakan baru khusus untuk penanganan pandemi. Insentif itu membuat potensi penerimaan negara yang tidak terambil semakin besar.

Febrio menjelaskan bahwa berbagai perubahan besar dalam perekonomian menjadi momen yang tepat untuk melakukan beberapa penyesuaian besar dalam laporan, baik dalam hal teknis penghitungan maupun sistematika pelaporan.

Perubahan basis data, penyesuaian benchmark, penyesuaian beberapa asumsi seperti tingkat kepatuhan, telah mengubah besaran belanja perpajakan untuk tahun 2016–2019.

Menurut Febrio, penerbitan Laporan Belanja Perpajakan tahun 2020 menunjukkan bukti bahwa di tengah tuntutan pengelolaan fiskal yang cukup berat, pemerintah tetap menjaga transparansi dalam menyajikan informasi kepada publik. Selain itu, untuk menjaga good governance dalam pemberian insentif perpajakan, pemerintah secara berkesinambungan melakukan reviu atas pemberian insentif perpajakan.

“Laporan Belanja Perpajakan diharapkan dapat menjadi media diseminasi kebijakan insentif perpajakan kepada masyarakat luas. Masyarakat luas diharapkan dapat turut melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kebijakan insentif perpajakan," tutup Febrio.

Laporan Belanja Perpajakan tahun 2020 dapat diunduh di tautan berikut: fiskal.id/ter


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak fiskal kemenkeu
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top