Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pengaduan Konsumen ke BPKN Naik pada 2021, Jasa Keuangan Mendominasi

BPKN menyatakan pengaduan dari sektor jasa keuangan menjadi yang paling banyak diterima pada 2021.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 20 Desember 2021  |  15:31 WIB
Pengaduan Konsumen ke BPKN Naik pada 2021, Jasa Keuangan Mendominasi
Ilustrasi perlindungan konsumen
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menerima total 3.211 pengaduan konsumen sepanjang 2021. Pengaduan ini meningkat dibandingkan dengan jumlah yang terdata pada 2020 sebanyak 1.372 pengaduan.

Wakil Ketua Komisi Advokasi BPKN Andi Muhammad Rusdi menjelaskan pengaduan dari sektor jasa keuangan menjadi yang paling banyak diterima pada 2021. Jumlahnya tercatat meningkat dari 226 pengaduan pada 2020 menjadi 2.152 pengaduan per 16 Desember 2021.

“Pada 2021 kami menerima pengaduan paling banyak dari sektor jasa keuangan. Hal ini disebabkan banyaknya pengaduan di subsektor asuransi yang masuk tahun ini,” kata Andi dalam konferensi pers, Senin (20/12/2021).

Andi mengatakan risiko kerugian dari pengaduan di subsektor asuransi mencapai Rp2 triliun. Laporan di subsektor asuransi mencakup penolakan klaim asuransi, asuransi pailit, dan gagal bayar.

Laporan lain yang datang dari sektor jasa keuangan adalah leasing yang mencakup masalah terkait penarikan kendaraan, restrukturisasi, dan penagihan oleh debt collector. BPKN juga mencatat pengaduan dari subsektor perbankan yang meliputi masalah tunggakan angsuran akibat pandemi, pemakaian kartu kredit oleh orang lain, dan dana nasabah yang hilang.

“Sementara dari subsektor investasi masalah yang banyak dilaporkan adalah ingkar janji perusahaan investasi dan terkait pinjaman online paling banyak soal cara penagihan dan bunga pinjaman yang tinggi,” papar Andi.

Di luar pengaduan di sektor jasa keuangan, laporan yang diterima BPKN paling banyak juga berasal dari sektor e-commerce yang meningkat dari 315 pengaduan pada 2020 menjadi 491 pengaduan pada 2021.

Laporan di sektor perumahan turun dari 524 pengaduan menjadi 247 pengaduan pada 2021 dan laporan dari sektor jasa telekomunikasi berkurang dari 78 pengaduan pada 2020 menjadi 71 pengaduan pada 71.

Adapun total risiko kerugian konsumen dari seluruh pengaduan yang diterima mencapai nilai Rp2,45 triliun pada 2021, jauh meningkat daripada risiko kerugian dari laporan pada 2020 yang bernilai Rp493,92 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perlindungan konsumen bpkn
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top