Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grab Resmi IPO di AS, Persaingan Ride Hailing Kian Sengit

Persaingan ride hailing di Indonesia terkonsentrasi pada dua pemain utama tersebut. Grab dengan Gojek saling berkejaran dan menduplikasi, baik layanan maupun strategi bisnis.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 03 Desember 2021  |  14:56 WIB
Dua orang pengemudi ojek online berbincang di Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat\n
Dua orang pengemudi ojek online berbincang di Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Penawaran saham (initial public offering/IPO) Grab di bursa Nasdaq, Amerika Serikat membuat raksasa teknologi asal Singapura itu lebih unggul dibandingkan kompetitornya, Gojek.

"Soal IPO, Grab nampaknya lebih unggul karena lebih dulu. Meski dalam hal merger ke pemain bisnis lain seperti e-commerce Gojek dan Tokopedia agak tertinggal atau belum sebagai langkah bisnis," kata Direktur Eksekutif ICT Institute sekaligus pengamat teknologi Heru Sutadi kepada Bisnis, Jumat (3/12/2021).

Menurut Heru, persaingan ride hailing di Indonesia terkonsentrasi pada dua pemain utama tersebut. Grab dengan Gojek saling berkejaran dan menduplikasi, baik layanan maupun strategi bisnis.

Hal itu lanjutnya, juga berlaku dalam hal IPO. Dia meyakini Gojek juga akan melantai di bursa saham dalam waktu dekat. 

"Gojek akan resmi menyusul," imbuhnya.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (2/12/2021), Grab melantai di bursa AS setelah investor menyepakati merger startup ride hailing tersebut dengan perusahaan cek kosong alias special purpose acquisition company (SPAC) yakni Altimeter Growth Corp. 

Nilai gabungan antara Grab dan Altimeter diprediksi memiliki valuasi ekuitas berdasarkan pro-forma sekitar US$39,6 miliar atau Rp578,4 triliun. Nantinya, dalam IPO, gabungan perusahaan ini diproyeksi menerima US$4,5 miliar dalam bentuk aliran dana tunai dari investasi yang baru masuk.

Sementara itu, Gojek dan Tokopedia berkombinasi untuk membentuk GoTo pada Mei 2021, dan sejak itu sudah tercipta banyak sinergi di antara merek Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial. 

Layanan GoTo mencakup transportasi on-demand, e-commerce, pengiriman makanan dan bahan makanan, logistik dan pemenuhan, serta layanan keuangan dan pembayaran.

Belum lama ini, grup GoTo mengumumkan penutupan pertama penggalangan dana pra-IPO dengan perusahaan berhasil meraih lebih dari US$ 1,3 miliar dari investor. Investor lainnya diharapkan bergabung ke dalam putaran penggalangan dana pra-IPO menjelang penutupan akhir di beberapa minggu mendatang.

Mengenai rencana IPO, Co-Founder sekaligus CEO Gojek Kevin Aluwi dalam sebuah konferensi pers virtual beberapa waktu lalu mengatakan perusahaan ingin terus membidik pasar di luar negeri dan terus mengembangkan layanan Gojek di luar Indonesia.

Gojek, kata dia, berencana gencar ekspansi ke luar negeri dan juga menargetkan bisa mencatatkan saham perdana alias IPO tahun depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo Gojek Grab
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top