Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Omicron Terdeteksi di AS, Google Tunda Jadwal WFO Karyawan

Sebelum varian Omricon terdeteksi di AS, Google menjadwalkan karyawan masuk secara penuh pada Januari 2022.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 03 Desember 2021  |  09:18 WIB
Kantor pusat Google di Mountain View, California, Amerika Serikat. - Bloomberg
Kantor pusat Google di Mountain View, California, Amerika Serikat. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Induk usaha Google, Alphabet Inc., kembali menunda mewajibkan karyawan kembali bekerja di kantor pusat, setelah kasus Covid-19 varian Omicron terdeteksi di AS.

Wakil presiden divisi keamanan Google Chris Rackow mengatakan perusahaan sebelumnya merencanakan karyawan dapat kembali masuk kantor selama tiga hari dalam sepekan pada 10 Januari 2022. Namun, rencana tersebut harus kembali ditunda lebih lama.

“Perusahaan akan menunggu hingga tahun baru untuk menilai kembali kembalinya aktivitas bekerja di kantor secara penuh,” tulis Chris dalam surel kepada karyawan di AS, dikutip Bloomberg, Jumat (3/12/2021).

Perusahaan yang berbasis di Mountain View, California, ini telah menerapkan sistem kerja hybrid, yang memungkinkan karyawan tertentu untuk berpindah kantor atau bekerja dari jarak jauh. Namun, perusahaan mulai mendorong sebagian besar untuk kembali bekerja di kantor tetap.

Seorang juru bicara Google mengatakan perusahaan melihat peningkatan staf secara sukarela datang ke fasilitas perusahaan, dengan hampir 40 persen dari karyawan AS bekerja di kantor dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya Kamis, Google memberitahu karyawan di Eropa, Timur Tengah dan Afrika bahwa mereka kembali ke kantor juga akan ditunda dari tanggal 10 Januari.

Sebelumnya, AS melaporkan kasus varian Omicron pertama pada orang yang divaksinasi penuh di California.

Pejabat kesehatan masyarakat mengatakan orang yang terinfeksi, memiliki gejala ringan dan kemudian membaik, kembali ke Amerika Serikat dari Afrika Selatan pada 22 November dan dinyatakan positif tujuh hari kemudian.

Pasien itu telah divaksinasi lengkap tetapi tidak mendapat suntikan booster, menurut Anthony Fauci, pejabat tinggi penyakit menular AS seperti diktip ChannelNewsAsia.com, Kamis (2/12/2021). Orang itu dalam karantina mandiri dan semua kontak dekat pasien dinyatakan negatif, katanya.

Selain itu, Gubernur Negara Bagian New York Kathy Hochul juga menyatakan kasus Omicron telah teridentifikasi pada lima pasion di wilayahnya.

Dua kasus diidentifikasi dari orang yang tinggal di Queens, satu di Brooklyn, dan satu lagi di Suffolk County. Kasus terakhir diduga merupakan seorang pelaku perjalanan yang kebetulan tengah berada di New York City.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google omicron
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top