Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PLN: Kendaraan Listrik Mampu Tekan Impor Minyak

Dengan terbangunnya ekosistem kendaraan listrik, PLN meyakini penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak akan berkurang signifikan.
Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Fatmawati, Jakarta, Sabtu (12/12/2020). Fast charging 50 kW ini didukung berbagai tipe gun mobil listrik. ANTARA FOTOrn
Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Fatmawati, Jakarta, Sabtu (12/12/2020). Fast charging 50 kW ini didukung berbagai tipe gun mobil listrik. ANTARA FOTOrn

Bisnis.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) memproyeksikan bahwa kendaraan listrik dapat menekan impor minyak dalam beberapa waktu ke depan.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menilai bahwa transisi mobil listrik bukan hanya meningkatkan penggunaan listrik. Kendaraan baterai juga dinilai unggul dibandingkan kendaraan konvensional menuju energi hijau.

Dengan terbangunnya ekosistem kendaraan listrik yang energinya bersumber dari dalam negeri, maka penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak akan berkurang. Walhasil negara dapat mengurangi impor minyak dan berujung pada penghematan devisa.

Kondisi ini akan menekan angka defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit sekaligus membuat perekonomian dalam negeri lebih stabil.

"Kita paham kita mengimpor triliunan rupiah bahan bakar untuk mobil fosil, sementara untuk mobil listrik kita tidak melakukan impor terkait dengan energi primer. Kami yakin dan berharap kebijakan pemerintah untuk dapat melakukan penghapusan dari PPn dan PPh tersebut sesuai yang dinikmati mobil fosil,"katanya dalam keterangan resmi, Kamis (2/12/2021).

Sekertaris Utama Kementerian Investasi Ikmal Lukman mengatakan bahwa Indonesia tidak mau ketinggalan dalam mengembangkan kendaraan listrik di dalam negeri.

"Amerika, Eropa, China mereka berlomba-lomba membuat kebijakan bagi percepatan penggunaan dan produksi kendaraan listrik, jadi mereka memberikan suatu kebijakan yang kondusif bagaimana bisa mendorong tumbuhnya industri mobil listrik dan penggunaan mobil listrik bagi para penduduknya," katanya.

Dia menyebutkan Indonesia  memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Kondisi ini menjadi peluang Indonesia sebagai produsen baterai dan mobil listrik, dengan menerapkan penghiliran nikel. Dari proses ini, nikel dapat menghasilkan baterai cell kendaraan listrik.

Menurutnya, ekosistem kendaraan listrik dalam negeri perlu didukung dengan produksi katoda, battery cell hingga menjadi kendaraan listrik.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper