Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Membaik, Utilisasi Industri Keramik Bisa Capai 75 Persen Sepanjang 2021

Utilisasi kapasitas produksi industri keramik terkerek ke angka 80 persen pada November 2021 seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 01 Desember 2021  |  15:15 WIB
Pabrik keramik Arwana Citra Mulia Tbk - Bisnis.com
Pabrik keramik Arwana Citra Mulia Tbk - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Utilisasi kapasitas produksi industri keramik terkerek ke angka 80 persen pada November 2021 seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, rata-rata utilisasi industri sepanjang tahun ini bisa mencapai 75 persen, meningkat jauh di atas angka tahun lalu yang sebesar 56 persen. Jika tercapai, angka tersebut akan menjadi yang tertinggi sejak 2014.

“Kinerja Asaki menunjukkan tren membaik dari waktu ke waktu, terutama pascapelonggaran PPKM. Angka utilisasi produksi nasional pada November 2021 menunjukkan angka tertinggi, yakni di level 80 persen. Kami optimistis mencapai target utilisasi produksi nasional tahun ini di angka 75 persen,” katanya saat dihubungi, Rabu (1/12/2021).

Edy mengatakan, perpanjangan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) atau safeguard keramik yang mulai berlaku pada November 2021 dapat turut mendorong kinerja industri, terutama untuk membendung impor yang melonjak 34 persen pada Januari–September 2021.

Impor keramik pada periode tersebut didominasi oleh China sebesar 63 persen. Sebaliknya, angka ekspor pada Januari–September 2021 mengalami penurunan 14 persen karena masih terpengaruh oleh kelangkaan kontainer dan tingginya ongkos pengapalan.

Upaya lain untuk mengantisipasi banjirnya produk impor, lanjut Edy, Asaki tengah mempertimbangkan untuk mengajukan anti-dumping terhadap produk China dan India. Hal itu sebagaimana telah diterapkan oleh negara-negara di Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat.

“Langkah tersebut perlu diambil oleh Asaki untuk mengantisipasi dampak dari penurunan besaran BMTP periode kedua ini yang turun ke 17 persen di tahun pertama, 15 persen di tahun kedua, dan 13 persen di tahun ketiga,” jelas Edy.

Sementara itu, perkiraan volume produksi keramik pada tahun ini sebesar 410 juta meter persegi, atau tumbuh 33 persen dibandingkan dengan tahun lalu, yakni 308 juta meter persegi. Adapun jika dibandingkan dengan 2019, proyeksi tahun ini tumbuh 17,47 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

produksi industri keramik
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top