Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Digelar di Bali, IOG 2021 Fokus Bahas Inisiatif Rendah Karbon

Upaya untuk menurunkan emisi dan memanfaatkan penangkapan karbon sudah tidak lagi menjadi pilihan melainkan sebuah keharusan.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 29 November 2021  |  09:33 WIB
Logo IOG 2021. ANTARA - HO/SKK Migas.
Logo IOG 2021. ANTARA - HO/SKK Migas.

Bisnis.com, BADUNG — Acara The 2nd International Convention and Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 (IOG 2021) menjadi momentum bagi industri migas berjalan ke arah transisi energi.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan IOG 2020 dihadiri oleh lebih dari 10.000 peserta secara daring dan telah menghasilkan rumusan strategi mencapai visi target produksi 1 juta barrel oil per day (BOPD) minyak dan 12 standar kaki kubik per hari (BSCFD) gas pada 2030.

Menurutnya, visi bersama tersebut dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi Arah Kebijakan dan Strategi Subsektor Sumberdaya Migas, yang dituangkan dalam Lampiran Pidato Kenegaraan Bapak Presiden pada acara HUT ke-76 RI pada 16 Agustus 2021.

“Menindaklanjuti kebijakan yang dicanangkan Bapak Presiden tersebut dan juga mempertimbangkan kondisi global terkini akan tuntutan transisi energi, maka pada IOG 2021 ini, kami ingin memperdalam bahasan pada masalah Low Carbon Initiatives [LCI] dan pengembangan migas unconventional,” katanya katanya dalam acara IOG 2021, di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Senin (29/11/2021).

Lebih lanjut, Dwi menilai upaya untuk menurunkan emisi dan memanfaatkan penangkapan karbon sudah tidak lagi menjadi pilihan melainkan sebuah keharusan.

Namun, upaya menuju ke arah transisi energi tersebut harus didukung dengan roadmap yang jelas untuk menghindari adanya energi berbiaya mahal bahkan kelangkaan energi.

“Hal ini dikarenakan untuk mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia, pemenuhan energi yang terjangkau adalah sebuah keharusan,” ujarnya.

Tak hanya itu, konvensi internasional ini juga memberikan sinyal kepada masyarakat global bahwa industri hulu migas siap menarik investasi dalam era normal baru.

“Secara khusus kami berharap bahwa acara ini dapat mendukung kesuksesan dan pelaksanaan acara presidensi Group of 20 [G20] pada 2022 nanti,” katanya dalam acara IOG 2021, di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Senin (29/11/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas skk migas emisi karbon
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top