Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sistem Verifikasi Wajah Gojek Sengaja Diperlemah? Ini Kata Pakar

Sistem verifikasi wajah Gojek dinilai sengaja diperlemah, sehingga menjadi celah dan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 25 November 2021  |  18:39 WIB
Sistem Verifikasi Wajah Gojek Sengaja Diperlemah? Ini Kata Pakar
Pengemudi ojek online melintas di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat keamanan siber menduga Gojek sengaja melemahkan sistem verifikasi wajah untuk mempermudah para mitra mendaftar. Tidak disangka, celah ini digunakan untuk kejahatan oleh oknum dan membuat akun palsu.

Sekretaris Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Satriyo Wibowo mengatakan untuk mengenali wajah pengguna, biasanya sistem pengenalan wajah dilengkapi dengan deteksi wajah, untuk memastikan bahwa pemilik akun adalah orang yang tepat.

Kualitas perekaman wajah ini dipengaruhi oleh perangkat yang digunakan Gojek dan pengguna. Artinya untuk mendapatkan kualitas pengenalan wajah yang bagus, maka ponsel yang digunakan pengguna juga harus bagus.

Jika kualitas ponsel atau kameranya jelek, sedangkan pemrograman sistem verifikasi diatur dengan ketat oleh Gojek, maka foto yang dikirim pengguna akan ditolak, masyarakat tidak bisa menjadi mitra Gojek. Alhasil, agar lolos verifikasi, pengaturan program diatur dengan standar sedang atau rendah.

Dalam kasus Gojek, Satriyo menduga bahwa pihak Gojek mengatur standar verifikasi wajah dengan level rendah, mengingat tidak semua pengemudi Gojek memiliki ponsel dengan kualitas kamera yang mumpuni.

Dampak positifnya, masyarakat mudah mendaftar sebagai mitra, sedangkan dampak negatifnya, mudah dibobol, karena standar penerimaaan verifikasi wajah dipasang rendah.

“Mungkin karena banyak kegagalan saat masyarakat mendaftar, maka standar verifikasinya diturunkan. Kemungkinan itu menjadi celah,” kata Satriyo, Kamis (25/11/2021).

Selain itu, Satriyo menilai apa yang terjadi dengan Gojek saat ini adalah bagian dari ancaman yang terus berkembang.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, Gojek tidak akan luput dari ancaman serangan digital. Ancaman digital akan terus mengikuti evolusi teknologi.

Dia mengatakan Gojek dan perusahaan digital manapun tidak bisa membuat sebuah sistem yang 100 persen aman.

“Ini bukan kelemahan tetapi sebuah kenyataan kebobolan yang harus diperbaiki, untuk mempersiapkan diri menghadapi serangan lain yang berbeda,” kata Satriyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gojek
Editor : Rio Sandy Pradana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top