Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Instran: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Jadi Kereta Commuter

Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa menjadi kereta commuter dengan segmentasi penumpang yang berbeda.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 17 November 2021  |  18:34 WIB
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Institut Studi Transportasi (Instran) menyebut Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa saja menjadi kereta commuter layaknya kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek bila sudah resmi beroperasi.

Menurut Direktur Eksekutif Instran Deddy Herlambang, kalau Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah beroperasi, tidak menutup kemungkinan dapat menjadi Kereta Commuter karena waktu perjalanan hanya paling lama 40 menit.

"Bandingkan dengan perjalanan KRL Jakarta-Bogor yang membutuhkan waktu 1,5 jam, tetapi tentunya segmentasi penggunanya berbeda pula," kata Deddy, Rabu (17/11/2021).

Lebih lanjut dia menilai, bila Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini menjadi KRL, maka semua simpul-simpul di stasiun-stasiun dapat menjadi kawasan Transit Joint Development (TJD) dan Transit Oriented Development (TOD).

"Pelanggan dapat memilih tinggal di apartment di TJD atau TOD itu sendiri, tanpa harus pergi/pulang dengan kendaraan lain," imbuhnya.

Deddy mengaku telah berkunjung langsung ke trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung dari stasiun Halim lanjut ke Karawang, Padalarang dan Tegalluar. Dia melihat banyak fakta menarik mengenai lahan-lahan stasiun yang semuanya masih berupa lahan kosong kecuali lahan stasiun Halim.

Lahan-lahan kosong ini, tambahnya, akan lebih mudah untuk dibangun TOD daripada kawasan yang sudah padat karena akan lebih sulit pengolahannya dari aspek biaya dan sosial.

"Apalagi masih ramai diperdebatkan sulitnya balik modalnya KCJB apabila hanya jualan tiket saja [farebox]. Maka, jualan lahan untuk properti dalam skema TOD dan TJD akan lebih menguntungkan bagi PT KCIC [Kereta Cepat Indonesia China] dalam pengembalian modal pembangunan KCJB kepada Bank China Development Bank," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top