Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pertama di Indonesia, Pabrik Baja GGRP Beli 10.000 Kredit Karbon

PT Gunung Raja Paksi Tbk. (GGRP) menjadi pabrik baja pertama di Indonesia dan salah satu yang pertama di Asia, yang membeli kredit karbon.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 04 November 2021  |  14:15 WIB
Pertama di Indonesia, Pabrik Baja GGRP Beli 10.000 Kredit Karbon
Ilustrasi. Asap membubung dari cerobong-cerobong asap sebuah pabrik pemanas di Jilin, China. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Gunung Raja Paksi Tbk. (GGRP) menjadi pabrik baja pertama di Indonesia dan salah satu yang pertama di Asia, yang membeli kredit karbon.

Transaksi melalui Gunung Capital tersebut dilakukan dengan pembelian carbon offset dari Climate Impact X (CIX), yang merupakan pasar pertukaran kredit karbon global, sekaligus pemimpin lelang.

Presiden Direktur GGRP Abednedju Giovano Warani Sangkaeng mengatakan, perseroan berkomitmen menjadi pabrik baja pertama di Indonesia yang menggunakan penyeimbangan karbon sebagai strategi utama bisnis.

“Pembelian sebanyak 10.000 ton dengan harga US$8 per ton. Kegiatan ini juga melengkapi strategi dan upaya GRP dalam dekabornisasi,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/11/2021).

Secara keseluruhan, lelang tersebut berhasil memborong 170.000 kredit karbon dari delapan proyek Natural Climate Solutions (NCS). Setiap proyek NCS meliputi kegiatan reboisasi dan pencegahan deforestasi di seluruh Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

“Proyek-proyek tersebut menunjukkan kinerja penyerapan karbon yang tinggi dan manfaat tambahan yang lebih luas, seperti mendukung keanekaragaman hayati, pembangunan sosial, serta pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Kegiatan lelang ini merupakan yang pertama di pasar karbon dalam skala global,” jelasnya.

Presiden Komisaris GGRP Tony Taniwan menambahkan, pembelian kredit karbon tersebut merupakan tonggak penting dan komitmen perusahaan untuk mendorong adopsi teknologi dekarbonisasi dan inovasi di sektor baja.

“Pada akhirnya, perusahaan akan menyalurkan lebih banyak modal untuk kegiatan perusahaan yang berkelanjutan,” ungkap Tony.

Sementara itu, CEO Gunung Capital Kimin Tanoto menegaskan, pihaknya yakin bahwa dengan membeli karbon berkualitas tinggi, perusahaan akan menjadi pemangku kepentingan yang bertanggung jawab dan melindungi alam.

“Kami menunjukkan sikap yang dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain. Fokus kami menjalankan kegiatan produksi baja yang dapat melindungi lingkungan dengan lebih baik lagi,” tegas Kimin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emisi karbon Gunung Raja Paksi
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top