Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga PCR Turun, Pemain Baru Terancam Boncos

Ada berbagai macam jenis reagen untuk analisis virus penyebab Covid-19 seiring dengan perkembangan teknologi. Reagen yang menggunakan teknologi lama, saat ini harganya cenderung lebih murah dibandingkan dengan teknologi termutakhir.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 28 Oktober 2021  |  20:28 WIB
Petugas mengambil sampel lendir saat Tes PCR di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Undip Semarang, Rabu (22/4/2020).  - Istimewa
Petugas mengambil sampel lendir saat Tes PCR di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Undip Semarang, Rabu (22/4/2020). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Harga Eceran Tertinggi (HET) tes PCR yang turun menjadi Rp275.000 untuk Pulau Jawa dan Rp300.000 luar Pulau Jawa akan membuat rugi para pelaku usaha farmasi baru yang menggunakan teknologi paling mutakhir. Sementara itu, pemain lama masih memiliki margin keuntungan. 

Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Randy Teguh menjelaskan saat ini ada berbagai macam jenis reagen untuk analisis virus penyebab Covid-19. Setidaknya saat ini ada 52 merek yang beredar di pasaran.

Adapun reagen adalah sebuah substansi yang digunakan untuk mengikat sesuatu dan memicu reaksi. Singkatnya reagen adalah komponen utama untuk melakukan pengecekan kandungan virus Corona di dalam tubuh seseorang. 

Randy mengatakan terdapat beragam jenis reagen untuk analisis virus Covid-19 seiring dengan perkembangan teknologi. Reagen yang menggunakan teknologi lama, saat ini harganya cenderung lebih murah dibandingkan dengan teknologi termutakhir.

"Untuk pemain yang memakai alat termutakhir, penetapan harga batas atas bisa membuat mereka tersingkir karena harga sekarang tidak masuk dengan modal yang mereka keluarkan," kata Randy, Kamis (28/10/2021).

Randy menjelaskan saat ini harga reagen di e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sekitar Rp200.000 dengan merek yang beredar mencapai 52 jenis. Kondisi ini berbeda dengan Agustus 2020, di mana reagen yang beredar hanya 5–10 merek dan memiliki harga di LKPP sekitar Rp400.000–Rp500.000.  

Penurunan harga reagen tersebut, kata Randy, terjadi karena volume produksi yang telah menyesuaikan dengan permintaan pasar. Pada awal pandemi Covid-19, reagen merupakan barang yang sulit dicari, karena pasokan dan permintaannya tidak seimbang. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 PCR
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top