Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LRT Jabodebek Tabrakan, Begini Nasibnya Hari Ini

PT Industri Kereta Api atau Inka melakukan evakuasi usai LRT Jabodebek tabrakan pada Senin kemarin.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  13:20 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022. Kehadiran LRT Jabodebek diharapkan mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.  - Antara/PT KAI
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dapat beroperasi pada pertengahan tahun 2022. Kehadiran LRT Jabodebek diharapkan mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya. - Antara/PT KAI

Bisnis.com, JAKARTA - Rangkaian kereta LRT Jabodebek yang mengalami tabrakan di Jakarta Timur sedang dilakukan proses evakuasi dan akan dikirimkan ke Madiun untuk perbaikan.

"Saat ini kami sedang melakukan proses evakuasi dan selanjutnya kereta yang mengalami kerusakan akan dibawa ke Madiun untuk perbaikan," kata General Manager Sekretaris Perusahaan PT Industri Kereta Api (Inka) Puguh Dwi Tjahjono, Selasa (26/10/2021).

Dia mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang saat ini sudah berada di lokasi kejadian untuk memeriksa terkait penyebab pasti kecelakaan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro menduga penyebab terjadinya tabrakan yang dialami LRT Jabodebek itu adalah karena kereta melaju melebihi kecepatan langsir yang seharusnya.

Dia menyebut kecepatan untuk langsir normalnya 5 km/jam. Sementara saat kejadian, diduga masinis melaju terlalu cepat.

"Ini terindikasi, nanti KNKT yang menentukan, terindikasi [karena] langsiran yang terlalu cepat," katanya dalam konferensi pers, Senin (25/10/2021).

Hal itu, lanjutnya, tentu menyalahi prosedur yang ada sehingga terindikasi adanya human error. Namun begitu, Budi menegaskan untuk penyebab pastinya pihaknya masih akan menunggu hasil investigasi dari KNKT.

"Pasti [menyalahi prosedur], terindikasi adanya human error dimana masinis pada saat langsir kecepatannya melebihi, tapi nanti itu akan dijelaskan lebih lanjut dari investigasi KNKT. Tapi indikasi awal berdasarkan situasi di lapangan seperti itu," tuturnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, LRT Jabodebek mengalami tabrakan yang melibatkan dua rangkaian yaitu trainset 20 dan trainset. Kecelakaan terjadi di antara Stasiun Ciracas dan Stasiun Harjamukti atau di sekitar wilayah Cibubur, Jakarta Timur.

Kecelakaan ini terjadi saat proses pengujian. Rencananya, trainset 29 itu akan diuji oleh tim dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. PT Inka menyebut rangkaian kereta untuk LRT itu tersebar di sepanjang jalur di antara dua stasiun tersebut.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt inka LRT
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top