Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rasio Volume Ekspor Olahan CPO Capai 90 Persen

Rasio volume ekspor produk olahan CPO dan minyak inti sawit (crude palm kernel oil/CPKO) telah melampaui 90 persen dibandingkan dengan pengapalan bahan bakunya.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  07:56 WIB
Ilustrasi. Pekerja menata kelapa sawit saat panen di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Ilustrasi. Pekerja menata kelapa sawit saat panen di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah seruan Presiden Joko Widodo untuk segera menyetop ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), volume pengapalan produk turunan komoditas itu tetap tinggi. Rasio volume ekspor produk olahan CPO dan minyak inti sawit (crude palm kernel oil/CPKO) telah melampaui 90 persen dibandingkan dengan pengapalan bahan bakunya.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), rasio volume ekspor produk olahan vs CPO dan CPKO telah mencapai 90,73 persen : 9,27 persen pada Januari–Agustus 2021.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian mencatat pada periode 2016–2020, rasionya mencapai 80 persen : 20 persen.

Plt. Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyebut, peningkatan rasio tersebut sebagai indikator keberhasilan penghiliran industri minyak sawit dalam negeri. Terlebih telah ada 168 produk hilir olahan minyak sawit yang diproduksi di dalam negeri.

Di antaranya untuk keperluan pangan, fitofarmaka, bahan kimia [oleokimia], hingga bahan bakar terbarukan [biodiesel]. Angka ragam jenis ini mengalami peningkatan yang signifikan dari ragam jenis pada 2011 yang hanya mencapai 54 jenis produk saja,” kata Putu dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (25/10/2021).

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksi nilai ekonomi sektoral industri kelapa sawit dari hulu sampai hilir mencapai Rp750 triliun per tahun, di mana Rp 300 triliun disumbang dari devisa ekspor.

Di masa pandemi ini, lanjut Putu, produk oleokimia Indonesia juga diminati konsumen global sebagai bahan sanitasi.

Hal itu berdampak pada kinerja ekspor produk personal wash pada periode Januari–Mei 2021 yang tumbuh sebesar 10,47 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2020. Volume ekspor selama 5 bulan tahun ini mencapai 1,64 juta ton atau senilai US$1,53 miliar.

Di samping itu, sumber bahan baku industri hilir sawit berasal dari perkebunan rakyat, dengan luasan mencapai 44 persen atau 7,17 juta hektare dari total 16,3 juta hektare luas kebun sawit Indonesia.

Rantai nilai industri kelapa sawit telah tersambung mulai dari kebun, pabrik kelapa sawit, industri hilir hingga konsumen akhir, sehingga menjadikan sektor ini berpotensi sebagai penghela pemulihan ekonomi nasional dalam rangka persiapan skenario pascapandemi,” ujar Putu.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo kemenperin ekspor cpo
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top