Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Dana Pembangunan Stasiun Walini Dialihkan

PT KCIC mengataan dana pembangunan stasiun Walini akan dialihkan untuk pengembangan stasiun Padalarang untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 21 Oktober 2021  |  12:13 WIB
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman
Aktivitas proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di salah satu tunnel atau terowongan di kawasan Tol Purbaleunyi KM 125, Cibeber, Cimahi Selatan, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memutuskan untuk tidak mengikutsertakan Stasiun Walini yang berlokasi di Cikalong Wetan, Bandung Barat dari pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Sekretaris Perusahaan KCIC Mirza Soraya mengatakan dana pengembangan infrastruktur Stasiun Walini tersebut dialihkan ke pengembangan Stasiun Padalarang.

"Stasiun Hub Padalarang ini dipilih untuk meningkatkan konektivitas bagi penumpang," katanya kepada Bisnis, Kamis (21/10/2021).

Menurutnya, Stasiun Hub Padalarang ini akan menyediakan konektivitas yang nyaman bagi penumpang KCJB yang ingin langsung melanjutkan perjalanan ke Kota Bandung.

Sebelumnya, Mirza menyebut pihaknya tengah mengebut pengerjaan pembangunan konstruksi jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung, meliputi penyelesaian pengeboran 3 tunnel yang tersisa dari 13 tunnel yang ada di jalur KCJB.

Ketiga tunnel prioritas itu, yaitu tunnel 2 di Jatiluhur, Purwakarta sepanjang 1.040 meter dengan progress 64,60 persen. Kemudian tunnel 4 di Plered, Purwakarta sepanjang 1.315 meter dengan progress 80,22 persen dan tunnel 6 di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat sepanjang 4.478 meter dengan progress 94,17 persen.

Disamping itu, KCIC juga mempercepat pembangunan untuk stasiun Halim, Karawang, dan Tegalluar agar segera siap menyambut para penumpang sesuai target di akhir 2022. Sementara Stasiun Padalarang sudah dalam tahap persiapan konstruksi.

Terkait Stasiun Walini, Mirza mengatakan bahwa pada fase pertama pengoperasian Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini, stasiun tersebut memang belum disertakan. Hal itu dikarenakan kondisi yang ada saat ini, dimana spirit perusahaan dalam pembangunan KCJB saat ini mengembalikan anggaran ke initial budget atau anggaran dasar.

Di sisi lain, potensi penumpang dari dan menuju Stasiun Walini diprediksi tidak cukup besar mengingat pengembangan di area kawasan Walini masih relatif rendah.

"Penundaan pembangunan ini bukan berarti pengerjaan konstruksi di Walini batal. Namun, hanya ditunda sementara waktu dan akan dilanjutkan pada fase berikutnya," ujarnya. 

Walini merupakan kawasan yang didominasi perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII. Pada masa kolonial Belanda, kawasan Walini dimanfaatkan sebagai areal perkebunan teh dan wisata alam agrowisata. Terdapat beberapa merek teh yang dihasilkan dari perkebunan di kawasan ini, seperti Teh Walini, Gunung Mas dan Goalpara.

Rencana sebelumnya, Stasiun Walini akan menjadi daerah Transit Oriented Development (TOD) untuk KCJB yang pembangunannya ditargetkan selesai pada akhir 2022.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek infrastruktur stasiun kereta api Kereta Cepat
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top