Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UMKM Terhubung Ekosistem Digital Naik 100 Persen

Transformasi digital menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional. Terlebih dengan proyeksi bahwa ekonomi digital Indonesia akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada 2025 mendatang menurut laporan Google dan Temasek.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 06 Oktober 2021  |  19:12 WIB
Seorang warga menggunakan pembayaran nontunai Quick Response Indonesia Standard (QRIS) saat membeli kopi di warung kopi Jalik Rumbuk di Mataram, NTB, Selasa (12/1/2021).  - Antara Foto/Ahmad Subaidi
Seorang warga menggunakan pembayaran nontunai Quick Response Indonesia Standard (QRIS) saat membeli kopi di warung kopi Jalik Rumbuk di Mataram, NTB, Selasa (12/1/2021). - Antara Foto/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap keikutsertaan pelaku usaha dalam Seller Conference Lazada dapat meningkatkan kapasitas usaha. Usaha berskala mikro dan kecil menengah terus didorong untuk terhubung dalam ekosistem digital.

“Melalui Seller Conference Lazada, diharapkan pelaku usaha dapat meningkatkan skala bisnis serta kualitas produknya sehingga bisa terus tumbuh dan berkembang,” kata Teten, Kamis (6/10/2021).

Teten mengatakan jumlah UMKM yang telah terhubung dengan ekosistem digital telah meningkat 100 persen sejak pandemi melanda. Saat ini, jumlah UMKM yang telah terhubung ke ekosistem digital mencapai 15,9 juta unit, dibandingkan dengan 8 juta unit sebelum Maret 2020.

Dia mengemukakan transformasi digital menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional. Terlebih dengan proyeksi bahwa ekonomi digital Indonesia akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada 2025 mendatang menurut laporan Google dan Temasek.

“Karena itu, pada 2024 pemerintah menargetkan 30 juta UMKM dapat terhubung ke dalam platform digital. Dengan terhubung ke ekosistem digital, akan menjadi salah satu peluang bagi UMKM untuk tumbuh ekspansif. UMKM bisa lebih mudah menjangkau konsumen di seluruh Indonesia,” katanya.

Lazada Indonesia mengajak para pedagang atau seller di platformnya untuk mempersiapkan diri menghadapi festival belanja 11.11 dan 12.12 tahun ini. Festival tanggal kembar diyakini bisa mendorong tingkat kunjungan dan penjualan produk.

“Semua orang di Indonesia tahu kampanye menjelang akhir tahun adalah yang terbesar setelah Ramadan di Indonesia. Karena itu, seller di Lazada pasti sudah tahu musim panen usaha pada akhir tahun, yakni pada 11.11 dan 12.12,” kata SVP Seller Operations Lazada Indonesia Haikal Bekti Anggoro dalam Lazada Seller Conference 2021, Rabu (6/10/2021).

Berkaca pada capaian tahun lalu, Haikal menjelaskan barang-barang yang diikutsertakan dalam kampanye 11.11 dan 12.12 memperlihatkan kenaikan omzet sampai 3 kali lipat. Kunjungan ke toko juga naik 2,5 kali lipat dan level konversi produk mencapai 2 kali lipat.

“Jika dibandingkan dengan sellers yang tidak mengikuti kampanye, omzet hanya naik 1,2 kali lipat, traffic hanya naik 1 kali lipat dan tingkat konversi hanya 1 kali,” tambahnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm ekonomi digital
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top