Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penggunaan EV Meningkat, Kebutuhan Baterai Indonesia Diproyeksi Capai 43 GWh di 2035

Kebutuhan baterai di Indonesia diperkirakan mencapai  43 gigawatt hour (GWh) pada 2035 seiring dengan meningkatnya penggunaan energi berbasis baterai di masa depan.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 14 September 2021  |  20:50 WIB
Penggunaan EV Meningkat, Kebutuhan Baterai Indonesia Diproyeksi Capai 43 GWh di 2035
Perakitan baterai untuk mobil listrik - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kebutuhan baterai di Indonesia diperkirakan mencapai  43 gigawatt hour (GWh) pada 2035 seiring dengan meningkatnya penggunaan energi berbasis baterai di masa depan.

Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan bahwa potensi tersebut didasarkan pada hasil pengembangan tahap atau scenario base case.

“Penggunaan paling besar adalah dari passenger cars,” katanya saat webinar Mineral for Energy, Selasa (14/9/2021) malam.

Holding Industri Pertambangan itu mencatat bahwa pertumbuhan industri baterai mengalami peningkatan signifikan pada tahun-tahun mendatang. Kebutuhan baterai diperkirakan mulai menyentuh 2,4 GWh pada 2025.

Kemudian, permintaan akan terus meningkat pada 2030 dan mencapai 11,9 GWh. Lima tahun berselang atau pada 2035, permintaan baterai di Tanah Air bahkan akan melonjak hingga  43 GWh.

“Indonesia juga diekspektasikan menjadi top 2 supplier untuk EV [electric vehicle] di Asia Tenggara, dengan market share 25 persen,” terangnya.

Secara jangka panjang, Dany menjelaskan bahwa baterai akan didominasi oleh jenis Nickel Manganese Cobalt Oxide (NMC) sebesar 65 persen, dilanjutkan Lithium Iron Phosphate (LFP) nonnikel 25 persen, serta Nickel Cobalt Aluminum Oxide (NCA) sebesar 10 persen.

Saat ini, baterai NMC didominasi jenis 532 dan 622. Akan tetapi dalam jangka panjang, dua jenis tersebut akan digantikan dengan tipe 811, lantaran jenis terakhir ini menggunakan kadar nikel lebih besar dibandingkan dengan jenis lainnya, yakni 80 persen.

“Pada 2030, hampir semua baterai NMC yang digunakan adalah tipe 811,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

baterai Kendaraan Listrik MIND ID
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top