Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Proyek KA Makassar-Parepare, Menhub Lobi Jepang Soal Suplai Rolling Stock

Menhub Budi Karya menawarkan kerja sama rolling stock terkait dengan proyek KA Makassar-Parepare dengan Jepang.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 08 September 2021  |  15:01 WIB
Proyek KA Makassar-Parepare, Menhub Lobi Jepang Soal Suplai Rolling Stock
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. - Kemenhub
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membahas kemungkinan untuk menawarkan kerja sama pengadaan rolling stock atau bakal pelanting kereta pada proyek Kereta Api Makassar-Parepare kepada pemerintah Jepang dalam lawatannya pada pekan ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tujuan utama dalam kunjungannya ke Jepang adalah membicarakan dan menawarkan proyek infrastruktur transportasi yang tengah dibangun di Indonesia untuk dikerjasamakan. Selain tentunya juga membahas percepatan pembangunan proyek infrastruktur Jepang di Indonesia.

Menhub mengatakan tak hanya membahas proyek MRT dan Pelabuhan Patimban tetapi juga termasuk kereta api Makassar-Parepare

“Kami bicarakan tentang kemungkinan kerja sama rolling stock. Kan kita butuh suplai. Kita harapkan ini ada warna yang baik bahwa apa yang dikerjakan di Makassar, ada support dari Jepang,” ujarnya dikutip, Rabu (7/9/2021).

Menurut menteri yang akrab disapa BKS ini, operasi kereta Makassar-Parepare akan terealisasikan pada tahun depan. Adapun proyek kereta ini dikerjakan oleh PT Celebes Railway Indonesia (PT CRI) dengan PT Indonesia Infrastructure Finance (PII), PT Sarana Multi Infrastruktur/SMI (Persero), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Pendanaan proyek kereta tersebut tidak bersumber dari APBN.

Pembangunan jalur kereta api ini dimulai sejak 2015. Proyek tersebut masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Pembangunan ini meliputi jalur kereta 145 kilometer dan 23 stasiun.

Seperti diketahui PT Celebes Railway Indonesia (CRI) pada 3 Juni 2021 lalu telah melakukan penandatanganan Perjanjian Fasilitas Pinjaman Berjangka Senior dengan PT Indonesia Infrastructure Finance dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan Perjanjian Line Fasilitas Pembiayaan Sindikasi dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. untuk pelaksanaan proyek pembangunan prasarana Kereta Api Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan senilai Rp693,83 miliar.

Direktur Utama PT CRI Helmi Adam mengatakan pembiayaan atas proyek pembangunan jalur Kereta Api Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan akan dilakukan dalam 2 tahap A untuk membiayai konstruksi, pengujian dan uji coba, serta penyelesaian depot Stasiun Pelabuhan Garongkong sebagai salah satu bagian dari Prasarana Perkeretaapian.

Kemudian juga segmen B dan Prasarana Perkeretaapian Segmen F dari jalur kereta api Makassar-Parepare. Sementara untuk tahap B untuk membiayai bunga selama masa konstruksi, dengan menggunakan skema konvensional maupun syariah.

"Proyek pembangunan jalur Kereta Api Makassar-Parepare merupakan proyek pembangunan kereta api pertama di Indonesia yang menggunakan skema KPBU dan dengan menggunakan skema pembayaran ketersediaan layanan, yang ditargetkan beroperasi secara komersial pada kuartal IV/2022," katanya.

Adapun fase I dari Rencana Induk Perkeretaapian Nasional di Pulau Sulawesi tersebut untuk melayani area Sulawesi Selatan meliputi 5 Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Barru, Kota Makassar, dan Kota Parepare.
Nantinya, jalur Kereta Api Makassar-Parepare tersebut akan berperan sebagai sarana transportasi untuk mendukung permintaan angkutan penumpang dan perpindahan barang, serta membangun konektivitas nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top