Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lion Air Beberkan Bukti Karyawannya Tak Palsukan Hasil PCR di Ternate

Lion Air Group memastikan karyawannya tidak terlibat dalam dugaan pemalsuan hasil PCR di Ternate, Maluku Utara.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 16 Agustus 2021  |  07:43 WIB
Pesawat Lion Air terparkir di Apron Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pesawat Lion Air terparkir di Apron Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Karyawan Lion Air Group diduga melakukan pemalsuan surat hasil uji kesehatan Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk keberangkatan dari Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara (TTE).

Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro membantah keterlibatan karyawan tersebut. Maskapai telah melakukan penyelidikan internal dan mengonfirmasi hal tersebut secara langsung kepada pihak terkait.

Kendati demikian, Lion Air Group akan menghormati ketentuan dan peraturan yang berlaku, serta bekerja menurut tugas dan fungsi masing-masing agar operasional tetap berjalan lancar.

“Lion Air Group menegaskan selama ini dan periode berjalan tidak pernah melakukan pengambilan dan pengujian [pemeriksaan] sampel Covid-19 dari calon penumpang. Yang melaksanakan proses pengujian kesehatan adalah fasilitas kesehatan dan laboratorium kerja sama yang terdaftar di big data atau new all record [NAR] Kementerian Kesehatan,” ujarnya melalui siaran pers, Minggu (15/8/2021).

Menurutnya, uji kesehatan itu pun didukung oleh tenaga medis profesional yang memiliki kinerja serta tingkat kecepatan penanganan akurat, tepat waktu (real time), efektif dan dikerjakan mengacu kepada protokol kesehatan ketat.

Dalam rangka mengakomodir kebutuhan uji kesehatan Covid-19, Lion Air Group memang merekomendasikan layanan pelaksanaan pengambilan dan pengujian sampel kerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan dan laboratorium RT-PCR melalui voucher yang diberikan.

Misalnya saja untuk Rapid Diagnostic Test Antigen Rp70.000, sedangkan RT-PCR Rp475.000.

Tujuan kemitraan strategis dengan sejumlah fasilitas kesehatan dan laboratorium itu adalah membantu dan menyediakan kemudahan kepada setiap calon penumpang dalam mempersiapkan kelengkapan dokumen sebagai syarat perjalanan udara, serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi melalui transportasi udara.

Danang menegaskan, setiap orang yang masuk ke pesawat udara harus dinyatakan sehat dan layak mengikuti penerbangan. Pasalnya, setiap calon penumpang wajib melakukan uji kesehatan Covid-19 di fasilitas kesehatan sebelum terbang.

“Seluruh awak pesawat dan penumpang wajib mengenakan masker, menjaga kebersihan di pesawat udara dan mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, siapkan masker cadangan dan cairan pembersih kuman pada tangan [hand sanitizer],” katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lion air PCR
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top